December 2016

Sunday, December 18, 2016

3rd Diary : Sabtu, 23 November 2014


Sabtu, 23 November 2024

              Hari ini di awali dengan pagi yang cerah, meskipun tidurku belum puas namun anak-anakku sudah membangunkanku untuk jalan-jalan. Hari Sabtu adalah hari yang paling ditunggu sekeluarga karena biasanya hari kerja sibuk dengan kesibukkan masing-masing hanya ketemu makan malam tidak bisa seharian namun karena hari Sabtu, corporation kami menentukan bahwa Sabtu adalah hari libur dan tidak bekerja jadi saya bisa menemani keluarga saya berlibur.  

Pada saat bangun, anak-anak sudah bermain di atas perutku loncat-loncat lalu menarik-narik telinga dan hidungku supaya aku bangun tapi awalnya saya tidak hiraukan karena masih mengantuk akibat kecapakean kemarin pada saat hari pertama UFTSC dibuka untuk umum. Setelah beberapa lama, gangguan anak-anak ini tidak terasa akhirnya Jen datang menghampiriku dan mencripati air dingin ke wajahku. Akhirnya aku terbangun dengan melihat Jen yang tertawa terbahak-bahak dan anak-anak, aku juga ikut tertawa dengan muka setengah sadar baru bangun tidur. Jen langsung menyuruhku mandi dan sarapan pagi dengan keluarga. Disaat jen dan anak-anak keluar dari kamar, aku diam-diam mencuri waktu untuk tidur kembali. Setelah kira-kira 20 menit an akhirnya mereka sadar aku tidak berada di kamar mandi tapi masih berada di atas tempat tidur, saat Jen kembali membuka pintu aku langsung pura-pura duduk dan tidak tertidur. Jen melihat itu dan berkata “Kamu tidur lagi ya ? Ayo cepat mandi anak-anak sudah siap dari tadi tinggal menunggumu saja, aku juga sudah menyiapkan breakfast buat kita”. “Ehm.. Tidak aku hanya duduk-duduk saja, kamu sudah mandi ?” kataku. Jen membalas “Sudah ini juga tinggal nunggu kamu ayo cepet mandi anak-anak kasian nunggunya lama mereka ga sabar pingin jalan-jalan”. “Iya, iya” balasku. Segeralah aku beranjak dari tempat tidurku dan langsung menunju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku bergegas menuju ruang makan dan mereka semua sudah menungguku di meja makan. 


Setelah doa bersama, kita makan makanan yang sudah disiapkan oleh Jen yaitu sandwich tuna, aku dan jen mendapat 3 porsi sedangkan anak-anak mendapat 1 porsi.

Meskipun kami mempunyai assisten Jen, tapi Jen lebih suka memasak untuk keluarganya sendiri dari pada menyuruh orang lain memasakkanya jika di rumah katanya untuk mempererat hubungan sebagai keluarga dan Jen berpikir bahwa memasak adalah sebuah kewajiban. Sebenarnya, Jen tidak bisa memasak pada saat aku pacaran dulu tapi karena aku berkata ingin mempunyai istri yang bisa memasak, Jen belajar dari sepupunya dan akhirnya dia memasak. Meskipun dapat dikatakan Jen baru saja terjun ke dunia masak-memasak dapat dibilang masakan Jen sangat nikmat dan sangat menyenangkan karena mempunyai Istri dari luar Indonesia karena Jen bisa memasak masakan yang bukan dari Indonesia seperti steak dan lain sebagainya. Saat aku sedang membahas kita akan pergi kemana nanti, Matthew diam-diam membuang sayur yang ada di sandwich tersebut. Matthew tidak suka sayur katanya pahit. Aku langsung dengan sigap melarangnya karena dulu waktu kecil aku sama seperti Matthew tidak suka sayur karena pahit tapi akhirnya saat sudah dewasa sangat susah makan sayur karena sudah punya pikiran yang buruk tentang sayur padahal sayur sangat sehat untuk dikonsumsi bagi tubuh. Aku langsung menyuruh Jen untuk menyuruh Matthew makan sayurnya. Kebalikan dari Matthew, Jean sangat suka makan sayur dan buah-buahan.

Setelah berdiskusi kita mau pergi kemana, kita langsung berangkat menuju tempat tujuan. Tempat tujuan kita adalah pantai kenjeran dan loops. Beda dari 8 tahun yang lalu, sekarang pantai kenjeran jauh lebih terawat dan bersih. Selain itu, juga ada perbatasan dari paris menuju laut yang bisa digunakan untuk bermain oleh pengunjung dan pantainya bersih sekali. Mengundang banyak pengunjung untuk tertarik kesana termasuk keluargaku. Seperti biasa, Matthew dan Jean bermain pasir sedangkan aku dan Jen duduk-duduk di pantai sambil memandangi birunya laut yang segar untuk dipandang. Matthew dan Jean selalu ingin berenang menikmati segarnya laut lepas namun Jen tidak mengijikannya yang pertama takut terseret ombak jika mereka hanya menggunakan pelambung dan tak bisa berenang. Namun, setelah melihat wajah Matthew dan Jean yang memelas akhirnya hatiku luluh, aku bangun dari tempat dudukku dan menggendong mereka berdua dan langsung lari ke laut dan langsung menceburkan diri ke laut. Mereka tertawa senang dan mereka saling menciprati satu sama lain. Namun karena aku menggendong mereka di pundak kiri dan kanan lalu tanganku juga di kiri kanan memegangi mereka berdua aku tidak bisa menutupi wajahku dari cipratan mereka. Lalu mereka sadar bahwa aku terciprati dan tidak bisa menghindar, akhirnya mereka berdua mencripati aku sampai aku dibuat menyerah oleh mereka. Jen yang hanya melihat dari kejauhan tidak tahan melihat keseruan kita ternyata dia langsung lari menuju kita dan langsung mengambil Jean dari pundakku dan digendong di kepalanya dan berkata “Lets Fight!”. Langsung saja aku memindahkan Matthew dari pundakku ke kepalaku dan bersiap melawan Jen dan Jean. “Matthew are you ready ?” kataku. “Lets go!” balas Matthew. Aku langsung maju mendekati Jen dan dengan serangan yang bertubi-tubi matthew mencripati Jean dan Jean namun karena tangan Jean yang sangat kecil cipratannya sangat lemah dan tidak terkena kita berdua. Kita hanya tertawa melihat Jean tidak bisa menciprati kita sementara Matthew tetap menciprati mereka dan akhirnya Jen turun tangan dia langsung mencipratiku dengan membuat cipratan yang sangat besar. Seketika itu juga, aku dan matthew basah kuyup dan mengaku menyerah. Sekarang, Jen dan Jean yang tertawa terbahak-bahak. Tidak terasa kita sudah bermain di pantai kurang lebih 3 jam hari sudah mulai siang dan matahari sangat terik. Karena kami tidak mau tambah gosong kami berhenti dan langsung mandi-mandi untuk menuju tour selanjutnya yaitu Loops.

Loops adalah salah satu tempat foodcourt dibagian Surabaya Barat. Tempat itu sangat nyaman untuk dibuat santai-santai karena suasanya yang tenang dengan alunan lagu yang slow. Tapi berhubung tempat itu buka mulai jam 18.00 Kita masih belum bisa kesana karena sekarang masih jam 11.00. Lebih baik kita cari tempat makan siang dulu, oh ya ngomong-ngomong soal makanan percaya atau tidak outlet KFC dan MCD sekarang berkurang karena sekarang penduduk Indonesia lebih pintar dari sebelumnya mereka lebih suka mengkonsumsi makanan dalam negeri dan brand-brand dalam negeri. Rasa cinta terhadap tanah air makin bertumbuh ketika MEA dimulai pada 4 taun yang lalu. Sejak saat itu, masyrakat sadar bahwa mereka harus ikut memajukan Indonesia dengan salah satu caranya yaitu menambah GDP dengan membeli produk dalam negeri. Akhirnya kita memutuskan makan di tempat makan favoritku dan Jen di BMW  yaitu sebuah restaurant chinesse food dan mempunya porsi yang sebanding dengan harganya dan rasanya sangat nikmat. Tapi kekurangan BMW hanya satu, tempat duduk yang sangat minim sehingga kami harus menunggu orang selesai makan setiap kami datang kesana. Mungkin bukan tempat duduknya yang minim tapi penunjungnya yang terlalu banyak. Pada saat kami menunggu, ada seorang anak perempuan yang kira-kira seumuran dengan Matthew mengajak Matthew bermain. Nama anak tersebut adalah Pricillia. Pricllia melihat Matthew dari tadi bermain Gadget dan Priciliia juga jadi dia berpikir dapat bermain bersama Matthew. Namun, Matthew menolaknya karena Matthew sedang kelaparan jadi sangat sensitive. Jean yang melihat itu langsung menawarkan bermain dengan Pricillia dan akhirnya Jean bermain dengan Pricillia. Setelah menunggu sekitar 1 jam, kami dipanggil untuk dapat menempati tempat duduk yang tersedia dan Jean mengucapkan perpisahan kepada Pricillia. Karena kami sudah sangat lapar kami membiarkan Jen yang memesan semuanya. Jen memesan :

Nasi Goreng BMW                                       
       

Koloke


Nasi Siobak Sioke


Fu Yung Hai



Kami menunggu semua itu datang Pricillia tiba-tiba datang kemeja kami dan mengajak Jean untuk bermain lagi namun karena Jean juga kelaparan, jean menolak ajakan itu dan lebih memilih menunggu makanan datang. Pada saat Pricillia di meja kami, orang tua Pricillia datang untuk mengajaknya pulang saat melihat orang tua Pricllia aku sangat kaget sekali ternyata ibu dari Pricllia adalah mantan pancarku waktu SMA. Namanya disamarkan untuk melindungi orang yang bersangkutan. Kami berbincang-bincang kecil dan aku mengenalkan Jen kepadanya dan sebaliknya dia mengenalkanku dengan suaminya. Ternyata sekarang si doi tinggal di Malaysia karena keluarga suaminya disana tapi sekarang dia lagi berlibur ke Indonesia. Setelah si doi pamitan, makanan pun datang dengan cepat dan lahap kami menyantapnya. Sebenarnya yang kelaparan adalah Matthew dan Jean, aku dan Jen tidak kelaparan jadi kami makan seperti biasanya namun Matthew dan Jean terlihat sangat cepat menyantap makanan mereka.

 Setelah makan kami langsung menuju Loops, jam sudah menunjukkan jam 2, berarti kurang 4 jam lagi Loops dibuka kami pun memutuskan untuk pergi ke salah satu mall di Surabaya Barat yaitu PTC. Keadaan mall tidak terlalu jauh dengan 8 tahun yang lalu hanya ada beberapa sedikir renovasi dan escalator yang benar-benar memiliki sensor dan lift yang lebih cepat pegerakkan naik turunnya. Kami berputar-putar, menyemil, minum, Matthew dan Jean ke playworld. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan 17.30 waktunya kami berangkat ke Loops. Aku memanggil Matthew dan Jean untuk pulang dari PTC dan pergi menuju Loop, karena mereka sudah terlihat bosan mereka langsung pergi begitu saja.

Akhirnya kami sampai ke tujuan kami yang terakhir Loops. Inilah tempat yang sangat dapat dinikmati sebagai tempat hiburan. Aku dan Jen memesan es krim untuk kami berempat, dan seperti biasa jika kami pergi ke Loops, Matthew dan Jean suka bermain di playworldnya karena mempunyai mainan yang terlihat cukup seru ada perusutan yang sangat rumit disana lalu ada tembak-tebakan laser menggunakan rompi dan lain sebagainya. Playworld adalah salah satu perusahaan yang hadir hampir disetiap mall dan menyediakan sebuah playground untuk tempat bermain anak-anak serta mempunya beberapa permainan adventure antara lain LazerField yaitu tembak-tembakan laser. Saat es krim kesukaan kami datang, Matthew dan Jean dapat melihat dari kejauhan mereka langsung meninggalkan permainan mereka dan langsung lari menuju es krim kami dan kita menikmatinya bersama. Disana, aku sangat merasakan keharmonisan sebuah keluarga karena tempatnya sangat cocok untuk mengobrol meskipun memang enak di rumah. Setelah makan es krim, aku membiarkan anak-anak bermain sampai playworldnya tutup, karena mengingat aku sangat susah untuk meluangkan waktu pergi dengan keluarga dan mereka sering berada di rumah. Jen tidak dapat menyetir mobil karena dia mempunyai trauma kecelakaan yang di alami temannya jadi tidak dapat mengajak Matthew dan Jean jalan-jalan.

Aku merasakan kembali saat pertama kali kami menikah dan belum punya anak, perbincanganku dan Jen mempunyai canda tawa dan suasana yang romantis saat pacaran dulu. Sampai kami lupa waktu, jamku sudah menunjukkan pukul 21.45. Sudah waktunya pulang, kami memanggil Matthew dan Jean untuk pulang dan mereka menuruti nya. Di mobil, mereka ketiduran dan terlihat lelah. Karena jalan sangat sepi kami dapat dengan cepat sampai di rumah. Setelah makan-makan dengan perut kenyang aku dan Jen juga mengantuk tapi aku harus mandi terlebih dahulu sebelum tidur karena aku tidak suka badan gerah. Setelah mandi, aku langsung menuju tempat tidur, Jen yang terlihat sudah tertidur tanpa selimut, aku tutupi dengan selimut, saat aku menutupinya dengan selimut tiba-tiba dia menghadap kearahku dan menciumku dan berbisik “Terima kasih ya buat hari ini, anak-anak sangat menikmatinya”. Balasku “Iya sama-sama, mengingat itu anak kita berdua bukan hanya anakmu, tidak perlu terima kasih, aku juga mempunya kewajiban atas kebahagiaan mereka”. Lalu aku mematikan lampu kamar dan tidur.



The
End

2nd Diary : Jumat, 22 November 2014


Jumat, 22 November 2024

              Sudah pukul 01.30, aku masih belum bisa tidur karena memikirkan bagaimana corporation kami akan berjalan kedepannya. Apakah pilihan kami benar untuk mendirikan sebuah corporation dengan telah mengeluarkan modal yang besar ? atau kah kami memang hanya bisa menjadi invetor saja ? dan bukan sebagai pendiri perusahaan yang dapat memimpim para penemu dan mendanai yang mempunyai ide bagus tapi tidak mempunyai dana yang cukup ? Itu yang semalaman ini aku pikirkan. Sambil memutar lagu instrumental lagu piano dengan menggunakan earphone ak masih membayangkan apa saja hal yang mungkin terjadi. Jujur saja, sampai detik ini kami berempat belum mempunyai pengalaman bagaimana mengolah perusahaan kami hanya ingin mewujudkan modal yang kami punya dengan dana yang ada. Mengingat jaman kuliahku dulu, banyak sekali kabel dimana-mana. Sekarang penggunaan kabel sangat minim sekali, earphone sekarang sudah menggunakan Bluetooth semuanya serba Bluetooth jadi tidak terlihat berantakan dan lebih rapi. Aku masih menggunakan earphone di telingaku, entah kenapa mungkin volumenya terlalu keras, membuat Jen terbangun dan dia langsung memelukku dari belakang dan berbisik “Kok belum tidur?”. Seketika itu juga aku kaget, dan berkata “Gak bisa tidur, kepikiran hari pertama UFTSC berjalan apakah akan hasilnya akan baik atau buruk”. Jen berkata “Lah, bagaimana tadi dengan opening ceremorny nya ? Sepi ta ? atau pengunjungnya tidak antusias ?”. “Opening ceremorny nya sukses, pengunjungnya semua antusias terhadap opening ceremorny kami, dan banyak sekali yang melamar pekerjaan tadi” kataku. Lalu, Jen membalasnya “Nah, tuhkan hasilnya semua postitif terus kenapa harus minder dengan perusahaanmu sendiri. Mungkin kamu belum punya pengalaman untuk mengelola perusahaan itu sendiri jadi kamu minder”. Kataku “Tidak juga sih, sebenarnya hal yang membuatku takut itu adalah kegagalan dan kebankrutan. Kami sudah hampir memberikan apa yang telah kami raih susah payah, uang yang kami dapatkan dari penemuan kami, kami buat untuk perusahaan ini. Aku takut gagal. Sebenarnya aku juga trauma dengan perusahaan ngkong saya yang hanya bertahan beberapa tahun dan kalah bersaing dan akhirnya bangkrut”. “Oh iya, itu mungkin yang membuatmu takut, sudah itu kan pelajaran dari masa lalu buat kamu melangkah kedepan. Jadikan itu menjadi batu pijakan mu untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Aku dan anak-anak akan selalu mensupportmu” kata Jen. “Terima kasih, Jen. Aku benar-benar takut jatuh” sambal menangis kataku. Aku sangat jarang menangis jujur saja, tapi perasaan ini sangat menyeramkan ketakutan yang luar biasa aku rasakan tapi jika kita tidak berani mengambil keputusan seperti aku sekarang ini kapan kita akan maju ?”. Kata Jen “Sudah tidak usah dipikirkan lagi, mana Kevin yang aku kenal ? yang selalu optimis dengan karya-karyanya tidak pernah minder dan selalu sombong pada kesuksesanmu ya meskipun itu semua candaan. Semangat kamu pasti bisa kok. Ayok  deh, istirahat besok kamu harus bangun pagi lagi jangan sampai terlambat. Love u dear. Good Night” sambil memelukku dengan erat dan mengelus kepalaku. “Good Night, Jen. Love u too” Kataku sambil mencium keningnya dan aku pun tertidur karena setelah menangis menjadi mengantuk.

Pagi pun tiba. Alarmku berbunyi. Menunjukkan pukul 08.00. Officeku buka jam 10.00 tapi semuanya harus siap di office jam 09.00. Aku baru sadar kemarin aku lupa menyalakan alarm untung Jen menyalakannya. Kelihatannya Jen sudah pergi senam yoga, dia selalu melakukannya setiap hari Jumat dengan teman-temannya. Jean dan Matthew juga biasanya ikut dengan Jen karena mereka suka bermain dengan anak-anaknya temannya Jen yang ikut senam yoga. Aku lekas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke office. Untunglah Jen tidak lupa menyiapkan makanan untukku, hari ini dia memasak Ayam Goreng Madu kesukaanku, aku makan dengan lahap sampai menambah 4 kali tapi aku juga tidak melupakan waktu. Jam sudah menunjukkan 08.25 sudah waktunya aku bergegas menuju office.

“Agnes? aku titip Bryan ya, habis kamu mengerjakan pekerjaanmu, kasih makan Bryan ya kelihatannya Jen lupa memberikan makan” teriakkan ke kamar belakang yang sedang Agnes bersihkan. Agnes adalah assisten Jen yang juga melakukan pekerjaan rumah. Jen tidak suka menggunakan istilah pembantu karena menurutnya itu terlalu kasar baginya makanya dia menggunakan julukan assisten. “Iya pak, siap! Hati-hati dijalan ya pak” Agnes membalas. Selain itu, Agnes sudah bekerja dengan mamaku sudah dari lama makanya dia aku panggil ke rumahku karena kebetulan aku tidak punya pembantu. Mama sekarang tinggal di dekat rumahku juga tapi tidak satu rumah karena mama merasa tidak ingin meganggu pasangan baru nikah katanya. Mama tinggal dengan Koko dan Cece. Tapi kami sering berkumpul jika malam hari nganggur karena jarak rumahku dengan rumah mama hanya berbeda 1km. Lagi pula, dulu orang-orang berpikir bahwa jalan 1km saja sudah mengeluh jauh namun sekarang sudah berubah dan merasa bahkan 5km masih di rasa dekat. Oh iya, aku lupa menceritakan tentang Bryan.

 














Bryan adalah anjing milik Jen yang sudah dimiliki dari sebelum menikah dan salah satu syarat untuk menikahi Jen adalah menerima Jen apa adanya termasuk Bryan anjing kesayangannya. Bryan berjenis Pomeranian yang memiliki bulu lebat dan juga kecil seperti mini pom tapi bedanya wajah dari Pomeranian lebih besar jadi lebih lucu lagi.

           Kembali ke kegiatanku, aku langsung berangkat karena waktu sudah mepet 08.45. Jangan terlambat lagi, ini hari yang membuatku tidak bisa tidur semalaman jangan menghancurkan hari ini. Give the best for today. Sampai di gedung UFTSC tepat waktu tapi pegawai sudah pada berkumpul dan owner yang lainnya sudah menunggu saya bisa di katakan saya terlambat lagi meskipun tidak terlambat dalam waktu yang dijanjikan. Kami memulai hari ini dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing agar apa yang kita lakukan pada hari ini dapat disertai Tuhan kita menurut kepercayaan masing-masing. Setelah berdoa, karena hari ini adalah hari pertama corporation kami berjalan, kami akan menjelaskan kurang lebih jobdesk dari masing-masing bagian. Tapi karena belum ada permintaan resmi karena pada hari pertama, maka kami lebih menekankan dari hasil-hasil inventor yang telah dikemukakan oleh pelamar kerja kemarin untuk di masukkan ke pameran kami. Jadi kurang lebih, hari ini kami akan lebih focus kepada pameran perdana kami sedangkan sisanya akan bekerja di belakang komputer. Sebelum kami bersiap-siap untuk membuka gedung ini, kami melakukan beberapa mini games kecil untuk saling mengenalkan antar karyawan dan berhasil mereka semua dapat dengan mudah berbaur termasuk kami. Setelah mengadakan mini games kecil, kami juga menjelaskan bahwa untuk mempererat hubungan kekeluargaan dari corporation ini, maka kami memberi makan pada saat jam makan siang di foodcourt dan dibedakan menjadi 2 shift di setiap harinya. Mengapa 2 shift ? karena saat shift pertama makan shift kedua dapat tetap bekerja maka alur kerja tidak akan terhenti dan tetap berjalan. Setelah selesai menjelaskan, kami menginstruksikan untuk semuanya kembali ke tempatnya masing-masing jam menunjukkan 09.55 dan gate sudah mulai dibuka semua.

Begitu gate dibuka, aku langsung menangis. Menangis bahagia karena ternyata pada saat kami melakukan briefing kepada karyawan kami, orang-orang sudah mengantri didepan gate dan sudah ramai sekali. Ternyata tangisanku semalam sama sekali tidak ada artinya 180 derajat berbeda dengan apa yang saya takutkan. Alexius, Adi, dan Marcel juga terlihat kagum dan senang melihat pada hari pertama dapat terlihat begitu meriah dan ramai. Apakah ini tandanya corporation kami akan berhasil ? Amin. Karena memang sekarang lumayan marak orang-orang memberikan focusnya kepada perkembangan IT dan belum ada saingan yang se ide dengan corporation kami jadi mungkin orang-orang yang memang sudah tertarik dari dulu tapi belum ada tempat untuk melepaskan keinginannya disinilah corporation kami menjadi tempat pertama untuk itu di Surabaya, Indonesia.





Penemuan yang paling popular yaitu adalah Nerv Gear ( Sword Art Online Helmet ). Kami telah menghubungi author dari anime SAO yaitu Reki Kawahara. Beliau setuju bahwa dengan ide kami tentang merealisasikan apa yang telah beliau animekan. Anime SAO adalah salah satu anime terpopuler sepanjang sejarah anime dengan cerita Sword Art Online itu sendiri adalah sebuah game virtual dimana pengguna nya dapat menggunakan helm yang akan membawanya kedunia virtual dan merasakan benar-benar di dunia tersebut dan kita akan benar-benar merasakan kita berpetualang di dunia tersebut, menjelajah dan menggunakan pedang seperti petualang ( Permainan game RPG ). Namun, helm tersebut menggunakan gelombang elektromagnetik yang dialirkan dari otak menuju server agar dapat menyambungkan pemain satu ke pemain yang lain. Selain itu, pada saat orang masuk kedalam dunia virtual tersebut tubuh asli dari orang tersebut akan seperti tertidur dan tidak sadarkan diri. Akhirnya, salah satu dari karyawan kami dapat membuat penemuan yang bernama SAOH ( Sword Art Online Helmet ) tapi itu masih prototype dan masih belum digunakan meskipun sudah ada yang pernah mencoba dan berhasil tapi kami masih menyempurnakan penemuan ini karena penemuan ini cukup berbahaya karena melibatkan otak jadi dapat membahayakan nyawa juga. Hingga tutup masih banyak orang mengantri. Jam tutup pameran kami adalah jam 16.00 dan office kami sendiri tutup jam 17.00.

Pada hari pertama ini, jam tutup kami polor hingga 30 menit karena kami tidak tega mengusir orang-orang yang mengantri dari sebelumnya jadi kami menunggu mereka melihat prototype nya. Prototype yang kami perlihatkan adalah ada salah satu orang yang menggunakan nerv gear itu tentu saja orang tersebut dalam keadaan tidak sadar. Lalu, virtual gamenya di tampilkan di layar dan memperlihatkan orang tersebut menggunakan character yang dibuatnya di dalam virtual game tersebut dan orang-orang dapat melihatnya bergerak kesana kemari. Gamenya sendiri belum dibuat secara sempurna karena ini masih prototype. Kami juga memberikan sebuah polling untuk memberikan opini tentang nerv gear dan seperti biasanya banyak orang yang pro dan kontra tentang hal tersebut. Yang kontra karena bahaya melibatkan gelombang elektromagnetik otak dan juga dapat meningkatkan tingkat kejahatan jika banyak orang yang menggunakan nerv gear karena tidak sadarkan diri jadi penjahat dapat memiliki peluang untuk menerbos masuk kedalam rumah tersebut dan melakukan tidak kejahatan. Untuk mengatasi kritikkan tersebut kami masih mengembangkan proyek tersebut tentang bagaimana bahayanya sedangkan untuk tingkat kejahatan, kami dari pihak UFTSC memberikan gratis teknologi keamanan dengan tingkat keamanan yang tinggi jadi dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Setelah antiran habis pameran tersebut ditutup.

Pameran akan diadakan setiap Jumat karena jika diadakan setiap hari orang-orang mungkin akan bosan dan penemuannya terbatas jadi agar dapat mengimbangi kami mengadakan pameran setiap Jumat. Satu kali pameran kami dapat memperlihatkan sekitar 15-20 penemuan yang masih prototype. Kami melakukan beberapa eval terhadap pameran tersebut namun kebanyakan sudah cukup positif. Setelah melakukan eval, jam office sudah menunjukkan jam 16.50 kami siap-siap meninggalkan office dan pulang kerumah masing-masing.

Tiba dirumah, Jen dan anak-anak sudah menunggu di rumah, aku langsung mandi terlebih dahulu lalu kita have a dinner bareng di rumah. Lalu aku menceritakan apa yang aku alami hari ini dengan corporationku, jen tersenyum lebar dan berkata “Tuh kan berhasil. Suaminya sapa dulu dong ? haha”. Aku juga tersenyum mendengar candaan Jen dan berbicara “Thanks ya, Jen. Tadi malem udah nyemangatin dan nenangin aku, aku juga sory buat kamu bangun di tengah malam. Coba kalau kemarin ga bangun terus ga nyemangatin aku mungkin aku bawaanya pesimis dan akan mempengaruhi orang sekitar. Sekali lagi makasih ya”. Jen berkata “Nevermind hubby”. Kami berbincang-bincang di meja makan hingga larut malam karena akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dengan opening UFTSC jadi lebih jarang berbicang-bincang dengan keluarga. By the way, Jean dan Matthew sudah bisa berbicara meskipun sedikit-sedikit. Entah dari mana, tapi Bahasa Inggris mereka masih ada dan lumayan kental dan Jean memiliki rambut Blone keturunan dari Jen. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 sudah waktunya untuk istirahat karena besok adalah hari libur jadi kami akan bersenang-senang seharian penuh. Not gonna miss that day. Semoga malam ini aku bisa tidur nyenyak. Thanks God for today.

1st Diary : Kamis, 21 November 2014


Kamis, 21 November 2024

        Delapan tahun sudah berlalu dari aku mengerjakan tugas yang pernah diberikan dosen PIF bernama Pak Daniel dulu, mengingat-ingat lucu juga dulu aku sempat menulis diary tentang apa yang akan terjadi sekarang dan 80% hal yang aku tulis di diary telah menjadi kenyataan. Kini aku menjadi salah satu owner dari UFTSC ( Universal Founding Technology Science Corporation ). Umurku 27 tahun dan sudah berkeluarga, aku menikahi orang Australia yang tinggal di Perth bernama Jen berumur 30. Pertemuanku dengan Jen bermula dari perkenalan melalui game online dan akhirnya dia mengunjungi Indonesia dan bertemu aku, dan mempunyai anak laki-laki berumur 2 tahun 2 bulan bernama Timotius Matthew Nathanael Tedjokusumo dan anak perempuan berumur 1 tahun 2 bulan bernama Elizabeth Jean Maureen Tedjokusumo.

Sebelum menceritakan kegiatanku, Aku akan menceritakan sekilas apa itu UFTSC. UFTSC didirikan oleh 4 orang termasuk saya sendiri dan 3 orang lainnya adalah Michael Alexius, Hutama Adi, dan Marcellino C.S. Mereka bertiga adalah teman seperjuangan saya sewaktu kuliah. Dulu kita sering berkhayal tentang membangun suatu corporation yang mungkin hampir mustahil untuk dilakukan karena waktu itu kita masih kuliah dan belum tahu apa-apa tentang pemograman sama skali. Kami berempat dulu juga memang cukup tertarik dengan perkembangan teknologi hampir di seluruh bidang dan sering berdiskusi tentang hal tersebut. Selain latar belakang kami, UFTSC tidak dapat kami dirikan sebagai PT. karena untuk mendirikan sebuah PT. harus dibentuk dengan rangakaian huruf yang dapat membentuk sebuah kata namun corporation kami hanya singkatan jadi tidak bergerak dalam PT. karena corporation nama kami sudah kami tentukan.

UFTSC adalah sebuah corporation yang memang benar-benar bergerak di bidang IT khususnya di perkembangannya, menampung seluruh penemuan orang-orang yang ingin bergabung dengan corporation kami.


Ini adalah gedung UFTSC, gedung yang dibagian paling depan di gambar adalah tempat museumnya sedangkan gedung yang melingkari museum adalah kantornya. Gedung kami berada ditengah-tengah danau jadi untuk menuju kegedung kami harus melewati jembatan yang terlihat pada gambar sehingga juga meningkatkan system keamanan kami. 

Cara kerjanya corporation adalah kami akan membeli idenya dengan harga yang sesuai dengan penemuannya dan akan mendanai untuk mengembangkan penemuan tersebut. Kami juga menyediakan sebuah museum untuk memperlihatkan semua temuan tersebut. Tentu saja semuanya telah diberikan hak paten yang tidak bisa diambil orang lain. Menampung penemuan orang adalah hal sampingan dari tujuan kami, tujuan kami yang sesungguhnya adalah menemukan penemuan yang dapat benar-benar mengubah hidup orang banyak menjadi lebih efektif dan efeisien dalam bidang infrastruktur contohnya seperti teleport. Kami mencari orang-orang hadal untuk itu dan dapat menggabungkan beberapa ide dan dapat dikembangkan bersama.

Corporation ini berada di Surabaya, Indonesia. Dengan adanya MEA, kita dapat menggait SDM dari luar negeri dengan gaji yang terjangkau dengan SDM yang cukup handal di bandingkan di negara maju. Pada awalnya, kami berpikiran untuk membangun corporation ini di negara maju namun dengan memikirkan adanya saingan serta biaya yang sangat tinggi kami mengurungkan niat kami. Kami akan mulai dari Indonesia terlebih dahulu. Tapi mungkin memang perusahaan kami akan bekerja dibidang pengelolaan SDM yang sudah cukup matang di bidang IT sedangkan di Indonesia, SDMnya mayoritas kurang cukup matang di bidang IT tapi cukup banyak juga yang memang matang di bidang IT. Dulu, saat saya mengungkapkan ide ini dengan teman-teman saya, Kevin Jonathan, salah satu teman seperjuangan saat kuliah di UBAYA mengatakan bahwa perusahaan kami akan lebih baik jika dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia terlebih dahulu tapi saya berpikir bahwa corporation kami lebih focus kepada pengelolaan SDM yang sudah cukup matang untuk menjadikannya menjadi lebih bermanfaat untuk hidup orang banyak hingga skala global. Saya percaya masing-masing orang mempunyai tujuannya masing-masing dan tujuan saya di sini adalah mengelola SDM menjadi lebih bermanfaat untuk perkembangan teknologi terutama dibidang infrastruktur.

Mungkin dulu, saat aku masih berada di dunia perkuliahan, sempat berpikir bagaimana dapat membuat corporation yang membutuhkan modal yang sangat besar tapi dengan semangat untuk mengejar impian kami, kerja keras dan dibantu oleh doa kami dapat mengumpulkan modal dari temuan kami sendiri yang kami publikasikan dan dibeli banyak perusahaan. Penemuan kami adalah Anti-Gravitation Dimension ( AGD ).

AGD adalah sebuah alat yang di memang sedikit dengan namanya Anti-Gravitasi sebenarnya alat ini tidak benar-benar menghilangkan gravitasi yang ada karena itu dapat membahayakan tubuh manusia tapi mengurangi gravitasi yang ada sehingga kecepetan gaya jatuh bebas menjadi lebih kecil dan jika ada yang terjatuh tidak mengalami kecelakaan. Satu set alat ini mempunyai empat kotak hitam dan sebuah remote. Cara Kerja AGD adalah dengan meletakkan empat kotak hitam tersebut membentuk persegi empat dengan jarak antar kotak sekitar 1 kilometer. Jika sudah diletakkan dengan posisi yang sesuai tinggal menekan tombol yang berada di remote dan voila akan terbentuk Anti-Gravitation Dimension dengan luas perkiraan 1 juta m2.


Dapat dilihat pada gambar diatas, AGD adalah kotak hitam yang disusun persegi empat dan jika diaktifkan akan keluar laser berwana hitam tapi tidak berbahaya, laser hanya sebagai penanda dibagian mana batas efek dari AGD tersebut. Jadi benda yang berada di dalam dimensi AGD akan mempunyai gravitasi yang lebih rendah dari pada diluarnya jadi apabila pot di tengah itu terjatuh tidak akan rusak atau pecah karena jatuhnya pelan.

AGD dibuat karena kami berpikir bahwa banyak kematian yang seharusnya tidak terjadi karena terjatuh dari tempat tinggi atau hal lain yang terjadi karena adanya gravitasi maka dari itu kami membuat AGD. Sebenarnya, awal dari pemikiran kami yaitu AGD diperuntukkan dalam pembangunan bangunan baru atau pengerjaan infrastruktur banyak pekerja yang meninggal akibat kecelakaan terjatuh dari atas atau tertimpa dari material bangunan. Aku masih ingat pada saat pertama kali kami launching prototype AGD ini, disebuah acara reality show di TV mengejutkan hampir seluruh dunia karena telah mematahkan hukum newton. Pada saat itu, banyak orang yang pro dan kontra tentang ide kami tapi pada akhirnya kami hanya menjual ide kami dengan harga 12 Milyard Rupiah kepada NASA. Sebenarnya kami ingin membuat AGD ini dapat digunakan untuk public tapi masih banyak orang yang kontra tentang penemuan ini sehingga masih belum isa untuk di publikasi maka NASA menyimpannya dan akan mengembangkannya. Bagi kami, yang masih dapat dihitung muda dengan umur 25’an 12 Milyard itu adalah nominal uang yang sangat banyak tapi kami berempat berkomitmen bahwa uang tersebut tidak akan kami gunakan sepenuhnya untuk kepentingan pribadi namun untuk membangun corporation yang kami impikan. Sebenarnya kami berharap untuk tidak menjual ide itu tapi kami ingin menjualnya ke public memang banyak peminatnya namun juga banyak yang kontra dengan produk kami maka dari itu kami menjualnya kepada NASA karena penawaran NASA yang tinggi dan kami tergiur akan hal tersebut. Mungkin dengan kami menjual alat tersebut, kami dapat mendapatkan untung yang lebih besar. Kami ingin membandrol harga per produk kasih sekitar Rp 120.000.000,00 dan pada saat kami launching harga perdana tersebut sudah banyak order yang menanti tapi oknum kontra tersebut tetap meneror kami dan akhirnya kami tidak publikasikan.

Itu sekilas tentang corporation dan latar belakang kami mendirikan corporation kami.

Hari ini, Kamis tanggal 21 November 2024 adalah opening ceremorny dari corporation kami. Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 dan aku baru bangun dan akan telat datang di acaran penting corporationku yaitu opening ceremorny jam 09.00 di gedung UFTSC ( Universal Founding Technology Science Corporation ). Setelah bangun tidur, aku melihat Jean masih tertidur pulas di keranjang bayinya sedangkan Matthew sedang bermain gadget. Aku langsung bergegas untuk mandi dan sarapan seperti biasa Jen sedang menyiapkan makan pagi untukku.


Untuk informasi saja, kamar mandi jaman sekarang sudah sangat berbeda dari 8 tahun yang lalu semuanya sudah serba otomatis dan sudah memiliki sensornya masing-masing hanya tinggal menyabuni badan saja, keramas sudah otomatis.

Setelah mandi, aku langsung makan yang dibuatkan oleh Jen seperti biasa sandwich di pagi hari dan susu coklat hangat kesukaanku. Lalu aku pamit kepada Jen dengan mencium pipi dan keningnya dan mencium kening anak2ku dan berangkat ke gedung UFTSC kira-kira perjalanan memakan waktu 20 menit. Kendaraan sekarang di kenakan pajak progresif dengan biaya yang tinggi sehingga pengguna kendaraan pribadi berkurang seperti di luar negeri pada 8 tahun yang lalu namun di Indonesia baru bisa diterapkan sekarang. Infrastruktur jalan juga sudah membaik tidak terjadi macet yang sangat parah hanya traffic yang agak memelan saja, biasanya lancar. Trafficnya seperti gambar dibawah.


Aku masih menggunakan kendaraan pribadi karena kepentingan masih banyak jadi susah untuk menggunakan kendaraan umum. Sepeda Motor sudah langkah sekali karena pajak motor dinaikkan dan banyak orang memilih menggunakan sepeda, kita sudah menerapkan system negara maju menggunakan kendaraan umum, mobil, dan sepeda. Selain itu, sekarang semua kendaraan memiliki pengaman bukan air bag lagi tapi auto-handbrake jika ada sesuatu yang tiba-tiba berhenti mendadak dan seatbeltnya sudah di kembangkan jadi tidak akan mendapatkan tekanan dalam kecepatan yang tinggi otomatis penumpang tidak akan terbentur sama sekali untuk meminimalisir jatuhnya korban dari kecelakaan lalu lintas. Seperti perkiraan saya, pukul 09:10 saya sampai dan memang telat gedungnya sudah terlihat ramai dan penuh. Sebenarnya, aku harus datang pukul 07.30 untuk menyiapkan semuanya tapi karena telat bangun semuanya menjadi kacau. Seharusnya saya yang berpidato untuk pembukaan opening ceremornya tapi kelihatannya teman-teman saya sudah mengantisipasi saya terlambat jadi akhirnya Adi yang berpidato. Begitu saya masuk, semua perhatian langsung tertuju kepada saya, dan dengan sedikit candaan Adi berkata “Iniliah dia, salah satu Owner dari corporation ini, Kevin Kurniawan”. Semuanya memberikan tepuk tangan tapi saya tetap malu karena datang terlambat. Lalu pidato dilanjutkan Adi. Kegiatan opening ceremorny ini ialah pembukaan pidato, lalu penjelasaan tentang UFTSC itu sendiri, lalu ada lunch bersama dan langsung membuka lowongan pekerjaan yang berminat. Malamnya, akan ada presentasi dari pelamar pekerjaan tentang ide-ide apa yang akan disumbangkan kepada UFTSC ini. Acara berakhir pada pukul 20.30 WIB. Seusai penutupan opening ceremorny kami berempat melakukan seleksi ide mana saja yang berpeluang untuk dikembangkan. Banyak ide-ide dari pelamar kerja yang cukup unik dan bagus tapi hampir mustahil untuk di realisasikan dengan SDM yang kita punya dan teknologi di Indonesia sendiri. Meskipun sekarang, Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara maju tapi dibandingkan 8 tahun yang lalu, sekarang Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya sedikit demi sedikit. Setelah penutupan opening ceremorny UFTSC berakhir, saatnya saya pulang kerumah. Saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.30, jalanan sudah lumayan sepi jadi perjalannya jadi lebih cepat sampai di rumah. Setelah saya tiba di rumah, anak-anak sudah tidur semua dan Jen tertidur di sofa depan televisi ternyata dia menungguku. Aku segera memindahkan Jen ketempat tidur lalu aku mandi-mandi dan menulis diary ini. Hari pertama pun berakhir.