2nd Diary : Jumat, 22 November 2014

Sunday, December 18, 2016

2nd Diary : Jumat, 22 November 2014


Jumat, 22 November 2024

              Sudah pukul 01.30, aku masih belum bisa tidur karena memikirkan bagaimana corporation kami akan berjalan kedepannya. Apakah pilihan kami benar untuk mendirikan sebuah corporation dengan telah mengeluarkan modal yang besar ? atau kah kami memang hanya bisa menjadi invetor saja ? dan bukan sebagai pendiri perusahaan yang dapat memimpim para penemu dan mendanai yang mempunyai ide bagus tapi tidak mempunyai dana yang cukup ? Itu yang semalaman ini aku pikirkan. Sambil memutar lagu instrumental lagu piano dengan menggunakan earphone ak masih membayangkan apa saja hal yang mungkin terjadi. Jujur saja, sampai detik ini kami berempat belum mempunyai pengalaman bagaimana mengolah perusahaan kami hanya ingin mewujudkan modal yang kami punya dengan dana yang ada. Mengingat jaman kuliahku dulu, banyak sekali kabel dimana-mana. Sekarang penggunaan kabel sangat minim sekali, earphone sekarang sudah menggunakan Bluetooth semuanya serba Bluetooth jadi tidak terlihat berantakan dan lebih rapi. Aku masih menggunakan earphone di telingaku, entah kenapa mungkin volumenya terlalu keras, membuat Jen terbangun dan dia langsung memelukku dari belakang dan berbisik “Kok belum tidur?”. Seketika itu juga aku kaget, dan berkata “Gak bisa tidur, kepikiran hari pertama UFTSC berjalan apakah akan hasilnya akan baik atau buruk”. Jen berkata “Lah, bagaimana tadi dengan opening ceremorny nya ? Sepi ta ? atau pengunjungnya tidak antusias ?”. “Opening ceremorny nya sukses, pengunjungnya semua antusias terhadap opening ceremorny kami, dan banyak sekali yang melamar pekerjaan tadi” kataku. Lalu, Jen membalasnya “Nah, tuhkan hasilnya semua postitif terus kenapa harus minder dengan perusahaanmu sendiri. Mungkin kamu belum punya pengalaman untuk mengelola perusahaan itu sendiri jadi kamu minder”. Kataku “Tidak juga sih, sebenarnya hal yang membuatku takut itu adalah kegagalan dan kebankrutan. Kami sudah hampir memberikan apa yang telah kami raih susah payah, uang yang kami dapatkan dari penemuan kami, kami buat untuk perusahaan ini. Aku takut gagal. Sebenarnya aku juga trauma dengan perusahaan ngkong saya yang hanya bertahan beberapa tahun dan kalah bersaing dan akhirnya bangkrut”. “Oh iya, itu mungkin yang membuatmu takut, sudah itu kan pelajaran dari masa lalu buat kamu melangkah kedepan. Jadikan itu menjadi batu pijakan mu untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Aku dan anak-anak akan selalu mensupportmu” kata Jen. “Terima kasih, Jen. Aku benar-benar takut jatuh” sambal menangis kataku. Aku sangat jarang menangis jujur saja, tapi perasaan ini sangat menyeramkan ketakutan yang luar biasa aku rasakan tapi jika kita tidak berani mengambil keputusan seperti aku sekarang ini kapan kita akan maju ?”. Kata Jen “Sudah tidak usah dipikirkan lagi, mana Kevin yang aku kenal ? yang selalu optimis dengan karya-karyanya tidak pernah minder dan selalu sombong pada kesuksesanmu ya meskipun itu semua candaan. Semangat kamu pasti bisa kok. Ayok  deh, istirahat besok kamu harus bangun pagi lagi jangan sampai terlambat. Love u dear. Good Night” sambil memelukku dengan erat dan mengelus kepalaku. “Good Night, Jen. Love u too” Kataku sambil mencium keningnya dan aku pun tertidur karena setelah menangis menjadi mengantuk.

Pagi pun tiba. Alarmku berbunyi. Menunjukkan pukul 08.00. Officeku buka jam 10.00 tapi semuanya harus siap di office jam 09.00. Aku baru sadar kemarin aku lupa menyalakan alarm untung Jen menyalakannya. Kelihatannya Jen sudah pergi senam yoga, dia selalu melakukannya setiap hari Jumat dengan teman-temannya. Jean dan Matthew juga biasanya ikut dengan Jen karena mereka suka bermain dengan anak-anaknya temannya Jen yang ikut senam yoga. Aku lekas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke office. Untunglah Jen tidak lupa menyiapkan makanan untukku, hari ini dia memasak Ayam Goreng Madu kesukaanku, aku makan dengan lahap sampai menambah 4 kali tapi aku juga tidak melupakan waktu. Jam sudah menunjukkan 08.25 sudah waktunya aku bergegas menuju office.

“Agnes? aku titip Bryan ya, habis kamu mengerjakan pekerjaanmu, kasih makan Bryan ya kelihatannya Jen lupa memberikan makan” teriakkan ke kamar belakang yang sedang Agnes bersihkan. Agnes adalah assisten Jen yang juga melakukan pekerjaan rumah. Jen tidak suka menggunakan istilah pembantu karena menurutnya itu terlalu kasar baginya makanya dia menggunakan julukan assisten. “Iya pak, siap! Hati-hati dijalan ya pak” Agnes membalas. Selain itu, Agnes sudah bekerja dengan mamaku sudah dari lama makanya dia aku panggil ke rumahku karena kebetulan aku tidak punya pembantu. Mama sekarang tinggal di dekat rumahku juga tapi tidak satu rumah karena mama merasa tidak ingin meganggu pasangan baru nikah katanya. Mama tinggal dengan Koko dan Cece. Tapi kami sering berkumpul jika malam hari nganggur karena jarak rumahku dengan rumah mama hanya berbeda 1km. Lagi pula, dulu orang-orang berpikir bahwa jalan 1km saja sudah mengeluh jauh namun sekarang sudah berubah dan merasa bahkan 5km masih di rasa dekat. Oh iya, aku lupa menceritakan tentang Bryan.

 














Bryan adalah anjing milik Jen yang sudah dimiliki dari sebelum menikah dan salah satu syarat untuk menikahi Jen adalah menerima Jen apa adanya termasuk Bryan anjing kesayangannya. Bryan berjenis Pomeranian yang memiliki bulu lebat dan juga kecil seperti mini pom tapi bedanya wajah dari Pomeranian lebih besar jadi lebih lucu lagi.

           Kembali ke kegiatanku, aku langsung berangkat karena waktu sudah mepet 08.45. Jangan terlambat lagi, ini hari yang membuatku tidak bisa tidur semalaman jangan menghancurkan hari ini. Give the best for today. Sampai di gedung UFTSC tepat waktu tapi pegawai sudah pada berkumpul dan owner yang lainnya sudah menunggu saya bisa di katakan saya terlambat lagi meskipun tidak terlambat dalam waktu yang dijanjikan. Kami memulai hari ini dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing agar apa yang kita lakukan pada hari ini dapat disertai Tuhan kita menurut kepercayaan masing-masing. Setelah berdoa, karena hari ini adalah hari pertama corporation kami berjalan, kami akan menjelaskan kurang lebih jobdesk dari masing-masing bagian. Tapi karena belum ada permintaan resmi karena pada hari pertama, maka kami lebih menekankan dari hasil-hasil inventor yang telah dikemukakan oleh pelamar kerja kemarin untuk di masukkan ke pameran kami. Jadi kurang lebih, hari ini kami akan lebih focus kepada pameran perdana kami sedangkan sisanya akan bekerja di belakang komputer. Sebelum kami bersiap-siap untuk membuka gedung ini, kami melakukan beberapa mini games kecil untuk saling mengenalkan antar karyawan dan berhasil mereka semua dapat dengan mudah berbaur termasuk kami. Setelah mengadakan mini games kecil, kami juga menjelaskan bahwa untuk mempererat hubungan kekeluargaan dari corporation ini, maka kami memberi makan pada saat jam makan siang di foodcourt dan dibedakan menjadi 2 shift di setiap harinya. Mengapa 2 shift ? karena saat shift pertama makan shift kedua dapat tetap bekerja maka alur kerja tidak akan terhenti dan tetap berjalan. Setelah selesai menjelaskan, kami menginstruksikan untuk semuanya kembali ke tempatnya masing-masing jam menunjukkan 09.55 dan gate sudah mulai dibuka semua.

Begitu gate dibuka, aku langsung menangis. Menangis bahagia karena ternyata pada saat kami melakukan briefing kepada karyawan kami, orang-orang sudah mengantri didepan gate dan sudah ramai sekali. Ternyata tangisanku semalam sama sekali tidak ada artinya 180 derajat berbeda dengan apa yang saya takutkan. Alexius, Adi, dan Marcel juga terlihat kagum dan senang melihat pada hari pertama dapat terlihat begitu meriah dan ramai. Apakah ini tandanya corporation kami akan berhasil ? Amin. Karena memang sekarang lumayan marak orang-orang memberikan focusnya kepada perkembangan IT dan belum ada saingan yang se ide dengan corporation kami jadi mungkin orang-orang yang memang sudah tertarik dari dulu tapi belum ada tempat untuk melepaskan keinginannya disinilah corporation kami menjadi tempat pertama untuk itu di Surabaya, Indonesia.





Penemuan yang paling popular yaitu adalah Nerv Gear ( Sword Art Online Helmet ). Kami telah menghubungi author dari anime SAO yaitu Reki Kawahara. Beliau setuju bahwa dengan ide kami tentang merealisasikan apa yang telah beliau animekan. Anime SAO adalah salah satu anime terpopuler sepanjang sejarah anime dengan cerita Sword Art Online itu sendiri adalah sebuah game virtual dimana pengguna nya dapat menggunakan helm yang akan membawanya kedunia virtual dan merasakan benar-benar di dunia tersebut dan kita akan benar-benar merasakan kita berpetualang di dunia tersebut, menjelajah dan menggunakan pedang seperti petualang ( Permainan game RPG ). Namun, helm tersebut menggunakan gelombang elektromagnetik yang dialirkan dari otak menuju server agar dapat menyambungkan pemain satu ke pemain yang lain. Selain itu, pada saat orang masuk kedalam dunia virtual tersebut tubuh asli dari orang tersebut akan seperti tertidur dan tidak sadarkan diri. Akhirnya, salah satu dari karyawan kami dapat membuat penemuan yang bernama SAOH ( Sword Art Online Helmet ) tapi itu masih prototype dan masih belum digunakan meskipun sudah ada yang pernah mencoba dan berhasil tapi kami masih menyempurnakan penemuan ini karena penemuan ini cukup berbahaya karena melibatkan otak jadi dapat membahayakan nyawa juga. Hingga tutup masih banyak orang mengantri. Jam tutup pameran kami adalah jam 16.00 dan office kami sendiri tutup jam 17.00.

Pada hari pertama ini, jam tutup kami polor hingga 30 menit karena kami tidak tega mengusir orang-orang yang mengantri dari sebelumnya jadi kami menunggu mereka melihat prototype nya. Prototype yang kami perlihatkan adalah ada salah satu orang yang menggunakan nerv gear itu tentu saja orang tersebut dalam keadaan tidak sadar. Lalu, virtual gamenya di tampilkan di layar dan memperlihatkan orang tersebut menggunakan character yang dibuatnya di dalam virtual game tersebut dan orang-orang dapat melihatnya bergerak kesana kemari. Gamenya sendiri belum dibuat secara sempurna karena ini masih prototype. Kami juga memberikan sebuah polling untuk memberikan opini tentang nerv gear dan seperti biasanya banyak orang yang pro dan kontra tentang hal tersebut. Yang kontra karena bahaya melibatkan gelombang elektromagnetik otak dan juga dapat meningkatkan tingkat kejahatan jika banyak orang yang menggunakan nerv gear karena tidak sadarkan diri jadi penjahat dapat memiliki peluang untuk menerbos masuk kedalam rumah tersebut dan melakukan tidak kejahatan. Untuk mengatasi kritikkan tersebut kami masih mengembangkan proyek tersebut tentang bagaimana bahayanya sedangkan untuk tingkat kejahatan, kami dari pihak UFTSC memberikan gratis teknologi keamanan dengan tingkat keamanan yang tinggi jadi dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Setelah antiran habis pameran tersebut ditutup.

Pameran akan diadakan setiap Jumat karena jika diadakan setiap hari orang-orang mungkin akan bosan dan penemuannya terbatas jadi agar dapat mengimbangi kami mengadakan pameran setiap Jumat. Satu kali pameran kami dapat memperlihatkan sekitar 15-20 penemuan yang masih prototype. Kami melakukan beberapa eval terhadap pameran tersebut namun kebanyakan sudah cukup positif. Setelah melakukan eval, jam office sudah menunjukkan jam 16.50 kami siap-siap meninggalkan office dan pulang kerumah masing-masing.

Tiba dirumah, Jen dan anak-anak sudah menunggu di rumah, aku langsung mandi terlebih dahulu lalu kita have a dinner bareng di rumah. Lalu aku menceritakan apa yang aku alami hari ini dengan corporationku, jen tersenyum lebar dan berkata “Tuh kan berhasil. Suaminya sapa dulu dong ? haha”. Aku juga tersenyum mendengar candaan Jen dan berbicara “Thanks ya, Jen. Tadi malem udah nyemangatin dan nenangin aku, aku juga sory buat kamu bangun di tengah malam. Coba kalau kemarin ga bangun terus ga nyemangatin aku mungkin aku bawaanya pesimis dan akan mempengaruhi orang sekitar. Sekali lagi makasih ya”. Jen berkata “Nevermind hubby”. Kami berbincang-bincang di meja makan hingga larut malam karena akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dengan opening UFTSC jadi lebih jarang berbicang-bincang dengan keluarga. By the way, Jean dan Matthew sudah bisa berbicara meskipun sedikit-sedikit. Entah dari mana, tapi Bahasa Inggris mereka masih ada dan lumayan kental dan Jean memiliki rambut Blone keturunan dari Jen. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 sudah waktunya untuk istirahat karena besok adalah hari libur jadi kami akan bersenang-senang seharian penuh. Not gonna miss that day. Semoga malam ini aku bisa tidur nyenyak. Thanks God for today.

0 comments :

Post a Comment