2nd Diary : Jumat, 22 November 2014
Jumat, 22 November 2024
Sudah
pukul 01.30, aku masih belum bisa tidur karena memikirkan bagaimana corporation
kami akan berjalan kedepannya. Apakah pilihan kami benar untuk mendirikan
sebuah corporation dengan telah mengeluarkan modal yang besar ? atau kah kami
memang hanya bisa menjadi invetor saja ? dan bukan sebagai pendiri perusahaan
yang dapat memimpim para penemu dan mendanai yang mempunyai ide bagus tapi tidak
mempunyai dana yang cukup ? Itu yang semalaman ini aku pikirkan. Sambil memutar
lagu instrumental lagu piano dengan menggunakan earphone ak masih membayangkan
apa saja hal yang mungkin terjadi. Jujur saja, sampai detik ini kami berempat
belum mempunyai pengalaman bagaimana mengolah perusahaan kami hanya ingin
mewujudkan modal yang kami punya dengan dana yang ada. Mengingat jaman kuliahku
dulu, banyak sekali kabel dimana-mana. Sekarang penggunaan kabel sangat minim
sekali, earphone sekarang sudah menggunakan Bluetooth semuanya serba Bluetooth
jadi tidak terlihat berantakan dan lebih rapi. Aku masih menggunakan earphone
di telingaku, entah kenapa mungkin volumenya terlalu keras, membuat Jen
terbangun dan dia langsung memelukku dari belakang dan berbisik “Kok belum
tidur?”. Seketika itu juga aku kaget, dan berkata “Gak bisa tidur, kepikiran
hari pertama UFTSC berjalan apakah akan hasilnya akan baik atau buruk”. Jen
berkata “Lah, bagaimana tadi dengan opening ceremorny nya ? Sepi ta ? atau
pengunjungnya tidak antusias ?”. “Opening ceremorny nya sukses, pengunjungnya
semua antusias terhadap opening ceremorny kami, dan banyak sekali yang melamar
pekerjaan tadi” kataku. Lalu, Jen membalasnya “Nah, tuhkan hasilnya semua
postitif terus kenapa harus minder dengan perusahaanmu sendiri. Mungkin kamu
belum punya pengalaman untuk mengelola perusahaan itu sendiri jadi kamu
minder”. Kataku “Tidak juga sih, sebenarnya hal yang membuatku takut itu adalah
kegagalan dan kebankrutan. Kami sudah hampir memberikan apa yang telah kami
raih susah payah, uang yang kami dapatkan dari penemuan kami, kami buat untuk
perusahaan ini. Aku takut gagal. Sebenarnya aku juga trauma dengan perusahaan
ngkong saya yang hanya bertahan beberapa tahun dan kalah bersaing dan akhirnya
bangkrut”. “Oh iya, itu mungkin yang membuatmu takut, sudah itu kan pelajaran
dari masa lalu buat kamu melangkah kedepan. Jadikan itu menjadi batu pijakan mu
untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Aku dan anak-anak akan selalu
mensupportmu” kata Jen. “Terima kasih, Jen. Aku benar-benar takut jatuh” sambal
menangis kataku. Aku sangat jarang menangis jujur saja, tapi perasaan ini
sangat menyeramkan ketakutan yang luar biasa aku rasakan tapi jika kita tidak
berani mengambil keputusan seperti aku sekarang ini kapan kita akan maju ?”.
Kata Jen “Sudah tidak usah dipikirkan lagi, mana Kevin yang aku kenal ? yang selalu
optimis dengan karya-karyanya tidak pernah minder dan selalu sombong pada
kesuksesanmu ya meskipun itu semua candaan. Semangat kamu pasti bisa kok.
Ayok deh, istirahat besok kamu harus
bangun pagi lagi jangan sampai terlambat. Love u dear. Good Night” sambil
memelukku dengan erat dan mengelus kepalaku. “Good Night, Jen. Love u too”
Kataku sambil mencium keningnya dan aku pun tertidur karena setelah menangis
menjadi mengantuk.
Pagi pun tiba. Alarmku
berbunyi. Menunjukkan pukul 08.00. Officeku buka jam 10.00 tapi semuanya harus
siap di office jam 09.00. Aku baru sadar kemarin aku lupa menyalakan alarm
untung Jen menyalakannya. Kelihatannya Jen sudah pergi senam yoga, dia selalu
melakukannya setiap hari Jumat dengan teman-temannya. Jean dan Matthew juga biasanya
ikut dengan Jen karena mereka suka bermain dengan anak-anaknya temannya Jen
yang ikut senam yoga. Aku lekas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke office.
Untunglah Jen tidak lupa menyiapkan makanan untukku, hari ini dia memasak Ayam
Goreng Madu kesukaanku, aku makan dengan lahap sampai menambah 4 kali tapi aku
juga tidak melupakan waktu. Jam sudah menunjukkan 08.25 sudah waktunya aku
bergegas menuju office.
“Agnes? aku titip Bryan
ya, habis kamu mengerjakan pekerjaanmu, kasih makan Bryan ya kelihatannya Jen
lupa memberikan makan” teriakkan ke kamar belakang yang sedang Agnes bersihkan.
Agnes adalah assisten Jen yang juga melakukan pekerjaan rumah. Jen tidak suka
menggunakan istilah pembantu karena menurutnya itu terlalu kasar baginya
makanya dia menggunakan julukan assisten. “Iya pak, siap! Hati-hati dijalan ya
pak” Agnes membalas. Selain itu, Agnes sudah bekerja dengan mamaku sudah dari
lama makanya dia aku panggil ke rumahku karena kebetulan aku tidak punya
pembantu. Mama sekarang tinggal di dekat rumahku juga tapi tidak satu rumah
karena mama merasa tidak ingin meganggu pasangan baru nikah katanya. Mama
tinggal dengan Koko dan Cece. Tapi kami sering berkumpul jika malam hari
nganggur karena jarak rumahku dengan rumah mama hanya berbeda 1km. Lagi pula,
dulu orang-orang berpikir bahwa jalan 1km saja sudah mengeluh jauh namun
sekarang sudah berubah dan merasa bahkan 5km masih di rasa dekat. Oh iya, aku
lupa menceritakan tentang Bryan.
Bryan adalah anjing milik Jen yang
sudah dimiliki dari sebelum menikah dan salah satu
syarat untuk menikahi Jen adalah menerima Jen apa
adanya termasuk Bryan anjing kesayangannya.
Bryan berjenis Pomeranian yang memiliki
bulu lebat dan juga kecil seperti mini pom tapi
bedanya wajah dari Pomeranian lebih besar jadi lebih
lucu lagi.
Kembali ke kegiatanku,
aku langsung berangkat karena waktu sudah mepet 08.45. Jangan terlambat lagi,
ini hari yang membuatku tidak bisa tidur semalaman jangan menghancurkan hari
ini. Give the best for today. Sampai di gedung UFTSC tepat waktu tapi pegawai
sudah pada berkumpul dan owner yang lainnya sudah menunggu saya bisa di katakan
saya terlambat lagi meskipun tidak terlambat dalam waktu yang dijanjikan. Kami
memulai hari ini dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing agar apa yang
kita lakukan pada hari ini dapat disertai Tuhan kita menurut kepercayaan
masing-masing. Setelah berdoa, karena hari ini adalah hari pertama corporation
kami berjalan, kami akan menjelaskan kurang lebih jobdesk dari masing-masing
bagian. Tapi karena belum ada permintaan resmi karena pada hari pertama, maka
kami lebih menekankan dari hasil-hasil inventor yang telah dikemukakan oleh
pelamar kerja kemarin untuk di masukkan ke pameran kami. Jadi kurang lebih,
hari ini kami akan lebih focus kepada pameran perdana kami sedangkan sisanya
akan bekerja di belakang komputer. Sebelum kami bersiap-siap untuk membuka
gedung ini, kami melakukan beberapa mini games kecil untuk saling mengenalkan
antar karyawan dan berhasil mereka semua dapat dengan mudah berbaur termasuk
kami. Setelah mengadakan mini games kecil, kami juga menjelaskan bahwa untuk
mempererat hubungan kekeluargaan dari corporation ini, maka kami memberi makan
pada saat jam makan siang di foodcourt dan dibedakan menjadi 2 shift di setiap
harinya. Mengapa 2 shift ? karena saat shift pertama makan shift kedua dapat
tetap bekerja maka alur kerja tidak akan terhenti dan tetap berjalan. Setelah
selesai menjelaskan, kami menginstruksikan untuk semuanya kembali ke tempatnya
masing-masing jam menunjukkan 09.55 dan gate sudah mulai dibuka semua.
Begitu gate dibuka, aku
langsung menangis. Menangis bahagia karena ternyata pada saat kami melakukan
briefing kepada karyawan kami, orang-orang sudah mengantri didepan gate dan
sudah ramai sekali. Ternyata tangisanku semalam sama sekali tidak ada artinya 180
derajat berbeda dengan apa yang saya takutkan. Alexius, Adi, dan Marcel juga
terlihat kagum dan senang melihat pada hari pertama dapat terlihat begitu
meriah dan ramai. Apakah ini tandanya corporation kami akan berhasil ? Amin.
Karena memang sekarang lumayan marak orang-orang memberikan focusnya kepada
perkembangan IT dan belum ada saingan yang se ide dengan corporation kami jadi
mungkin orang-orang yang memang sudah tertarik dari dulu tapi belum ada tempat
untuk melepaskan keinginannya disinilah corporation kami menjadi tempat pertama
untuk itu di Surabaya, Indonesia.
Pada hari pertama ini,
jam tutup kami polor hingga 30 menit karena kami tidak tega mengusir
orang-orang yang mengantri dari sebelumnya jadi kami menunggu mereka melihat
prototype nya. Prototype yang kami perlihatkan adalah ada salah satu orang yang
menggunakan nerv gear itu tentu saja orang tersebut dalam keadaan tidak sadar.
Lalu, virtual gamenya di tampilkan di layar dan memperlihatkan orang tersebut
menggunakan character yang dibuatnya di dalam virtual game tersebut dan
orang-orang dapat melihatnya bergerak kesana kemari. Gamenya sendiri belum dibuat
secara sempurna karena ini masih prototype. Kami juga memberikan sebuah polling
untuk memberikan opini tentang nerv gear dan seperti biasanya banyak orang yang
pro dan kontra tentang hal tersebut. Yang kontra karena bahaya melibatkan
gelombang elektromagnetik otak dan juga dapat meningkatkan tingkat kejahatan
jika banyak orang yang menggunakan nerv gear karena tidak sadarkan diri jadi
penjahat dapat memiliki peluang untuk menerbos masuk kedalam rumah tersebut dan
melakukan tidak kejahatan. Untuk mengatasi kritikkan tersebut kami masih
mengembangkan proyek tersebut tentang bagaimana bahayanya sedangkan untuk
tingkat kejahatan, kami dari pihak UFTSC memberikan gratis teknologi keamanan
dengan tingkat keamanan yang tinggi jadi dapat meminimalisir kejadian yang
tidak diinginkan. Setelah antiran habis pameran tersebut ditutup.
Pameran akan diadakan
setiap Jumat karena jika diadakan setiap hari orang-orang mungkin akan bosan
dan penemuannya terbatas jadi agar dapat mengimbangi kami mengadakan pameran
setiap Jumat. Satu kali pameran kami dapat memperlihatkan sekitar 15-20
penemuan yang masih prototype. Kami melakukan beberapa eval terhadap pameran
tersebut namun kebanyakan sudah cukup positif. Setelah melakukan eval, jam
office sudah menunjukkan jam 16.50 kami siap-siap meninggalkan office dan
pulang kerumah masing-masing.
Tiba dirumah, Jen dan
anak-anak sudah menunggu di rumah, aku langsung mandi terlebih dahulu lalu kita
have a dinner bareng di rumah. Lalu aku menceritakan apa yang aku alami hari
ini dengan corporationku, jen tersenyum lebar dan berkata “Tuh kan berhasil.
Suaminya sapa dulu dong ? haha”. Aku juga tersenyum mendengar candaan Jen dan
berbicara “Thanks ya, Jen. Tadi malem udah nyemangatin dan nenangin aku, aku juga
sory buat kamu bangun di tengah malam. Coba kalau kemarin ga bangun terus ga
nyemangatin aku mungkin aku bawaanya pesimis dan akan mempengaruhi orang
sekitar. Sekali lagi makasih ya”. Jen berkata “Nevermind hubby”. Kami
berbincang-bincang di meja makan hingga larut malam karena akhir-akhir ini aku
terlalu sibuk dengan opening UFTSC jadi lebih jarang berbicang-bincang dengan
keluarga. By the way, Jean dan Matthew sudah bisa berbicara meskipun
sedikit-sedikit. Entah dari mana, tapi Bahasa Inggris mereka masih ada dan
lumayan kental dan Jean memiliki rambut Blone keturunan dari Jen. Waktu sudah
menunjukkan pukul 21.30 sudah waktunya untuk istirahat karena besok adalah hari
libur jadi kami akan bersenang-senang seharian penuh. Not gonna miss that day.
Semoga malam ini aku bisa tidur nyenyak. Thanks God for today.


0 comments :
Post a Comment