1st Diary : Kamis, 21 November 2014

Sunday, December 18, 2016

1st Diary : Kamis, 21 November 2014


Kamis, 21 November 2024

        Delapan tahun sudah berlalu dari aku mengerjakan tugas yang pernah diberikan dosen PIF bernama Pak Daniel dulu, mengingat-ingat lucu juga dulu aku sempat menulis diary tentang apa yang akan terjadi sekarang dan 80% hal yang aku tulis di diary telah menjadi kenyataan. Kini aku menjadi salah satu owner dari UFTSC ( Universal Founding Technology Science Corporation ). Umurku 27 tahun dan sudah berkeluarga, aku menikahi orang Australia yang tinggal di Perth bernama Jen berumur 30. Pertemuanku dengan Jen bermula dari perkenalan melalui game online dan akhirnya dia mengunjungi Indonesia dan bertemu aku, dan mempunyai anak laki-laki berumur 2 tahun 2 bulan bernama Timotius Matthew Nathanael Tedjokusumo dan anak perempuan berumur 1 tahun 2 bulan bernama Elizabeth Jean Maureen Tedjokusumo.

Sebelum menceritakan kegiatanku, Aku akan menceritakan sekilas apa itu UFTSC. UFTSC didirikan oleh 4 orang termasuk saya sendiri dan 3 orang lainnya adalah Michael Alexius, Hutama Adi, dan Marcellino C.S. Mereka bertiga adalah teman seperjuangan saya sewaktu kuliah. Dulu kita sering berkhayal tentang membangun suatu corporation yang mungkin hampir mustahil untuk dilakukan karena waktu itu kita masih kuliah dan belum tahu apa-apa tentang pemograman sama skali. Kami berempat dulu juga memang cukup tertarik dengan perkembangan teknologi hampir di seluruh bidang dan sering berdiskusi tentang hal tersebut. Selain latar belakang kami, UFTSC tidak dapat kami dirikan sebagai PT. karena untuk mendirikan sebuah PT. harus dibentuk dengan rangakaian huruf yang dapat membentuk sebuah kata namun corporation kami hanya singkatan jadi tidak bergerak dalam PT. karena corporation nama kami sudah kami tentukan.

UFTSC adalah sebuah corporation yang memang benar-benar bergerak di bidang IT khususnya di perkembangannya, menampung seluruh penemuan orang-orang yang ingin bergabung dengan corporation kami.


Ini adalah gedung UFTSC, gedung yang dibagian paling depan di gambar adalah tempat museumnya sedangkan gedung yang melingkari museum adalah kantornya. Gedung kami berada ditengah-tengah danau jadi untuk menuju kegedung kami harus melewati jembatan yang terlihat pada gambar sehingga juga meningkatkan system keamanan kami. 

Cara kerjanya corporation adalah kami akan membeli idenya dengan harga yang sesuai dengan penemuannya dan akan mendanai untuk mengembangkan penemuan tersebut. Kami juga menyediakan sebuah museum untuk memperlihatkan semua temuan tersebut. Tentu saja semuanya telah diberikan hak paten yang tidak bisa diambil orang lain. Menampung penemuan orang adalah hal sampingan dari tujuan kami, tujuan kami yang sesungguhnya adalah menemukan penemuan yang dapat benar-benar mengubah hidup orang banyak menjadi lebih efektif dan efeisien dalam bidang infrastruktur contohnya seperti teleport. Kami mencari orang-orang hadal untuk itu dan dapat menggabungkan beberapa ide dan dapat dikembangkan bersama.

Corporation ini berada di Surabaya, Indonesia. Dengan adanya MEA, kita dapat menggait SDM dari luar negeri dengan gaji yang terjangkau dengan SDM yang cukup handal di bandingkan di negara maju. Pada awalnya, kami berpikiran untuk membangun corporation ini di negara maju namun dengan memikirkan adanya saingan serta biaya yang sangat tinggi kami mengurungkan niat kami. Kami akan mulai dari Indonesia terlebih dahulu. Tapi mungkin memang perusahaan kami akan bekerja dibidang pengelolaan SDM yang sudah cukup matang di bidang IT sedangkan di Indonesia, SDMnya mayoritas kurang cukup matang di bidang IT tapi cukup banyak juga yang memang matang di bidang IT. Dulu, saat saya mengungkapkan ide ini dengan teman-teman saya, Kevin Jonathan, salah satu teman seperjuangan saat kuliah di UBAYA mengatakan bahwa perusahaan kami akan lebih baik jika dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia terlebih dahulu tapi saya berpikir bahwa corporation kami lebih focus kepada pengelolaan SDM yang sudah cukup matang untuk menjadikannya menjadi lebih bermanfaat untuk hidup orang banyak hingga skala global. Saya percaya masing-masing orang mempunyai tujuannya masing-masing dan tujuan saya di sini adalah mengelola SDM menjadi lebih bermanfaat untuk perkembangan teknologi terutama dibidang infrastruktur.

Mungkin dulu, saat aku masih berada di dunia perkuliahan, sempat berpikir bagaimana dapat membuat corporation yang membutuhkan modal yang sangat besar tapi dengan semangat untuk mengejar impian kami, kerja keras dan dibantu oleh doa kami dapat mengumpulkan modal dari temuan kami sendiri yang kami publikasikan dan dibeli banyak perusahaan. Penemuan kami adalah Anti-Gravitation Dimension ( AGD ).

AGD adalah sebuah alat yang di memang sedikit dengan namanya Anti-Gravitasi sebenarnya alat ini tidak benar-benar menghilangkan gravitasi yang ada karena itu dapat membahayakan tubuh manusia tapi mengurangi gravitasi yang ada sehingga kecepetan gaya jatuh bebas menjadi lebih kecil dan jika ada yang terjatuh tidak mengalami kecelakaan. Satu set alat ini mempunyai empat kotak hitam dan sebuah remote. Cara Kerja AGD adalah dengan meletakkan empat kotak hitam tersebut membentuk persegi empat dengan jarak antar kotak sekitar 1 kilometer. Jika sudah diletakkan dengan posisi yang sesuai tinggal menekan tombol yang berada di remote dan voila akan terbentuk Anti-Gravitation Dimension dengan luas perkiraan 1 juta m2.


Dapat dilihat pada gambar diatas, AGD adalah kotak hitam yang disusun persegi empat dan jika diaktifkan akan keluar laser berwana hitam tapi tidak berbahaya, laser hanya sebagai penanda dibagian mana batas efek dari AGD tersebut. Jadi benda yang berada di dalam dimensi AGD akan mempunyai gravitasi yang lebih rendah dari pada diluarnya jadi apabila pot di tengah itu terjatuh tidak akan rusak atau pecah karena jatuhnya pelan.

AGD dibuat karena kami berpikir bahwa banyak kematian yang seharusnya tidak terjadi karena terjatuh dari tempat tinggi atau hal lain yang terjadi karena adanya gravitasi maka dari itu kami membuat AGD. Sebenarnya, awal dari pemikiran kami yaitu AGD diperuntukkan dalam pembangunan bangunan baru atau pengerjaan infrastruktur banyak pekerja yang meninggal akibat kecelakaan terjatuh dari atas atau tertimpa dari material bangunan. Aku masih ingat pada saat pertama kali kami launching prototype AGD ini, disebuah acara reality show di TV mengejutkan hampir seluruh dunia karena telah mematahkan hukum newton. Pada saat itu, banyak orang yang pro dan kontra tentang ide kami tapi pada akhirnya kami hanya menjual ide kami dengan harga 12 Milyard Rupiah kepada NASA. Sebenarnya kami ingin membuat AGD ini dapat digunakan untuk public tapi masih banyak orang yang kontra tentang penemuan ini sehingga masih belum isa untuk di publikasi maka NASA menyimpannya dan akan mengembangkannya. Bagi kami, yang masih dapat dihitung muda dengan umur 25’an 12 Milyard itu adalah nominal uang yang sangat banyak tapi kami berempat berkomitmen bahwa uang tersebut tidak akan kami gunakan sepenuhnya untuk kepentingan pribadi namun untuk membangun corporation yang kami impikan. Sebenarnya kami berharap untuk tidak menjual ide itu tapi kami ingin menjualnya ke public memang banyak peminatnya namun juga banyak yang kontra dengan produk kami maka dari itu kami menjualnya kepada NASA karena penawaran NASA yang tinggi dan kami tergiur akan hal tersebut. Mungkin dengan kami menjual alat tersebut, kami dapat mendapatkan untung yang lebih besar. Kami ingin membandrol harga per produk kasih sekitar Rp 120.000.000,00 dan pada saat kami launching harga perdana tersebut sudah banyak order yang menanti tapi oknum kontra tersebut tetap meneror kami dan akhirnya kami tidak publikasikan.

Itu sekilas tentang corporation dan latar belakang kami mendirikan corporation kami.

Hari ini, Kamis tanggal 21 November 2024 adalah opening ceremorny dari corporation kami. Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 dan aku baru bangun dan akan telat datang di acaran penting corporationku yaitu opening ceremorny jam 09.00 di gedung UFTSC ( Universal Founding Technology Science Corporation ). Setelah bangun tidur, aku melihat Jean masih tertidur pulas di keranjang bayinya sedangkan Matthew sedang bermain gadget. Aku langsung bergegas untuk mandi dan sarapan seperti biasa Jen sedang menyiapkan makan pagi untukku.


Untuk informasi saja, kamar mandi jaman sekarang sudah sangat berbeda dari 8 tahun yang lalu semuanya sudah serba otomatis dan sudah memiliki sensornya masing-masing hanya tinggal menyabuni badan saja, keramas sudah otomatis.

Setelah mandi, aku langsung makan yang dibuatkan oleh Jen seperti biasa sandwich di pagi hari dan susu coklat hangat kesukaanku. Lalu aku pamit kepada Jen dengan mencium pipi dan keningnya dan mencium kening anak2ku dan berangkat ke gedung UFTSC kira-kira perjalanan memakan waktu 20 menit. Kendaraan sekarang di kenakan pajak progresif dengan biaya yang tinggi sehingga pengguna kendaraan pribadi berkurang seperti di luar negeri pada 8 tahun yang lalu namun di Indonesia baru bisa diterapkan sekarang. Infrastruktur jalan juga sudah membaik tidak terjadi macet yang sangat parah hanya traffic yang agak memelan saja, biasanya lancar. Trafficnya seperti gambar dibawah.


Aku masih menggunakan kendaraan pribadi karena kepentingan masih banyak jadi susah untuk menggunakan kendaraan umum. Sepeda Motor sudah langkah sekali karena pajak motor dinaikkan dan banyak orang memilih menggunakan sepeda, kita sudah menerapkan system negara maju menggunakan kendaraan umum, mobil, dan sepeda. Selain itu, sekarang semua kendaraan memiliki pengaman bukan air bag lagi tapi auto-handbrake jika ada sesuatu yang tiba-tiba berhenti mendadak dan seatbeltnya sudah di kembangkan jadi tidak akan mendapatkan tekanan dalam kecepatan yang tinggi otomatis penumpang tidak akan terbentur sama sekali untuk meminimalisir jatuhnya korban dari kecelakaan lalu lintas. Seperti perkiraan saya, pukul 09:10 saya sampai dan memang telat gedungnya sudah terlihat ramai dan penuh. Sebenarnya, aku harus datang pukul 07.30 untuk menyiapkan semuanya tapi karena telat bangun semuanya menjadi kacau. Seharusnya saya yang berpidato untuk pembukaan opening ceremornya tapi kelihatannya teman-teman saya sudah mengantisipasi saya terlambat jadi akhirnya Adi yang berpidato. Begitu saya masuk, semua perhatian langsung tertuju kepada saya, dan dengan sedikit candaan Adi berkata “Iniliah dia, salah satu Owner dari corporation ini, Kevin Kurniawan”. Semuanya memberikan tepuk tangan tapi saya tetap malu karena datang terlambat. Lalu pidato dilanjutkan Adi. Kegiatan opening ceremorny ini ialah pembukaan pidato, lalu penjelasaan tentang UFTSC itu sendiri, lalu ada lunch bersama dan langsung membuka lowongan pekerjaan yang berminat. Malamnya, akan ada presentasi dari pelamar pekerjaan tentang ide-ide apa yang akan disumbangkan kepada UFTSC ini. Acara berakhir pada pukul 20.30 WIB. Seusai penutupan opening ceremorny kami berempat melakukan seleksi ide mana saja yang berpeluang untuk dikembangkan. Banyak ide-ide dari pelamar kerja yang cukup unik dan bagus tapi hampir mustahil untuk di realisasikan dengan SDM yang kita punya dan teknologi di Indonesia sendiri. Meskipun sekarang, Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara maju tapi dibandingkan 8 tahun yang lalu, sekarang Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya sedikit demi sedikit. Setelah penutupan opening ceremorny UFTSC berakhir, saatnya saya pulang kerumah. Saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.30, jalanan sudah lumayan sepi jadi perjalannya jadi lebih cepat sampai di rumah. Setelah saya tiba di rumah, anak-anak sudah tidur semua dan Jen tertidur di sofa depan televisi ternyata dia menungguku. Aku segera memindahkan Jen ketempat tidur lalu aku mandi-mandi dan menulis diary ini. Hari pertama pun berakhir.


0 comments :

Post a Comment