1st Diary : Kamis, 21 November 2014
Kamis, 21 November 2024
Delapan
tahun sudah berlalu dari aku mengerjakan tugas yang pernah diberikan dosen PIF
bernama Pak Daniel dulu, mengingat-ingat lucu juga dulu aku sempat menulis
diary tentang apa yang akan terjadi sekarang dan 80% hal yang aku tulis di
diary telah menjadi kenyataan. Kini aku menjadi salah satu owner dari UFTSC (
Universal Founding Technology Science Corporation ). Umurku 27 tahun dan sudah
berkeluarga, aku menikahi orang Australia yang tinggal di Perth bernama Jen berumur
30. Pertemuanku dengan Jen bermula dari perkenalan melalui game online dan
akhirnya dia mengunjungi Indonesia dan bertemu aku, dan mempunyai anak
laki-laki berumur 2 tahun 2 bulan bernama Timotius Matthew Nathanael
Tedjokusumo dan anak perempuan berumur 1 tahun 2 bulan bernama Elizabeth Jean
Maureen Tedjokusumo.
Sebelum menceritakan
kegiatanku, Aku akan menceritakan sekilas apa itu UFTSC. UFTSC didirikan oleh 4
orang termasuk saya sendiri dan 3 orang lainnya adalah Michael Alexius, Hutama
Adi, dan Marcellino C.S. Mereka bertiga adalah teman seperjuangan saya sewaktu
kuliah. Dulu kita sering berkhayal tentang membangun suatu corporation yang
mungkin hampir mustahil untuk dilakukan karena waktu itu kita masih kuliah dan
belum tahu apa-apa tentang pemograman sama skali. Kami berempat dulu juga
memang cukup tertarik dengan perkembangan teknologi hampir di seluruh bidang
dan sering berdiskusi tentang hal tersebut. Selain latar belakang kami, UFTSC
tidak dapat kami dirikan sebagai PT. karena untuk mendirikan sebuah PT. harus
dibentuk dengan rangakaian huruf yang dapat membentuk sebuah kata namun corporation
kami hanya singkatan jadi tidak bergerak dalam PT. karena corporation nama kami
sudah kami tentukan.
UFTSC adalah sebuah corporation
yang memang benar-benar bergerak di bidang IT khususnya di perkembangannya,
menampung seluruh penemuan orang-orang yang ingin bergabung dengan corporation
kami.
Ini adalah gedung UFTSC, gedung yang dibagian paling depan di gambar
adalah tempat museumnya sedangkan gedung yang melingkari museum adalah
kantornya. Gedung kami berada ditengah-tengah danau jadi untuk menuju kegedung
kami harus melewati jembatan yang terlihat pada gambar sehingga juga
meningkatkan system keamanan kami.
Cara kerjanya corporation
adalah kami akan membeli idenya dengan harga yang sesuai dengan penemuannya dan
akan mendanai untuk mengembangkan penemuan tersebut. Kami juga menyediakan sebuah
museum untuk memperlihatkan semua temuan tersebut. Tentu saja semuanya telah
diberikan hak paten yang tidak bisa diambil orang lain. Menampung penemuan
orang adalah hal sampingan dari tujuan kami, tujuan kami yang sesungguhnya
adalah menemukan penemuan yang dapat benar-benar mengubah hidup orang banyak
menjadi lebih efektif dan efeisien dalam bidang infrastruktur contohnya seperti
teleport. Kami mencari orang-orang hadal untuk itu dan dapat menggabungkan
beberapa ide dan dapat dikembangkan bersama.
Corporation ini berada di
Surabaya, Indonesia. Dengan adanya MEA, kita dapat menggait SDM dari luar
negeri dengan gaji yang terjangkau dengan SDM yang cukup handal di bandingkan
di negara maju. Pada awalnya, kami berpikiran untuk membangun corporation ini
di negara maju namun dengan memikirkan adanya saingan serta biaya yang sangat
tinggi kami mengurungkan niat kami. Kami akan mulai dari Indonesia terlebih
dahulu. Tapi mungkin memang perusahaan kami akan bekerja dibidang pengelolaan
SDM yang sudah cukup matang di bidang IT sedangkan di Indonesia, SDMnya
mayoritas kurang cukup matang di bidang IT tapi cukup banyak juga yang memang
matang di bidang IT. Dulu, saat saya mengungkapkan ide ini dengan teman-teman
saya, Kevin Jonathan, salah satu teman seperjuangan saat kuliah di UBAYA mengatakan
bahwa perusahaan kami akan lebih baik jika dapat meningkatkan kualitas SDM di
Indonesia terlebih dahulu tapi saya berpikir bahwa corporation kami lebih focus
kepada pengelolaan SDM yang sudah cukup matang untuk menjadikannya menjadi
lebih bermanfaat untuk hidup orang banyak hingga skala global. Saya percaya
masing-masing orang mempunyai tujuannya masing-masing dan tujuan saya di sini
adalah mengelola SDM menjadi lebih bermanfaat untuk perkembangan teknologi
terutama dibidang infrastruktur.
Mungkin dulu, saat aku
masih berada di dunia perkuliahan, sempat berpikir bagaimana dapat membuat
corporation yang membutuhkan modal yang sangat besar tapi dengan semangat untuk
mengejar impian kami, kerja keras dan dibantu oleh doa kami dapat mengumpulkan
modal dari temuan kami sendiri yang kami publikasikan dan dibeli banyak
perusahaan. Penemuan kami adalah Anti-Gravitation Dimension ( AGD ).
AGD adalah sebuah alat
yang di memang sedikit dengan namanya Anti-Gravitasi sebenarnya alat ini tidak
benar-benar menghilangkan gravitasi yang ada karena itu dapat membahayakan
tubuh manusia tapi mengurangi gravitasi yang ada sehingga kecepetan gaya jatuh
bebas menjadi lebih kecil dan jika ada yang terjatuh tidak mengalami
kecelakaan. Satu set alat ini mempunyai empat kotak hitam dan sebuah remote.
Cara Kerja AGD adalah dengan meletakkan empat kotak hitam tersebut membentuk
persegi empat dengan jarak antar kotak sekitar 1 kilometer. Jika sudah
diletakkan dengan posisi yang sesuai tinggal menekan tombol yang berada di
remote dan voila akan terbentuk Anti-Gravitation Dimension dengan luas perkiraan
1 juta m2.
Dapat dilihat pada gambar diatas,
AGD adalah kotak hitam yang disusun persegi empat dan jika diaktifkan akan
keluar laser berwana hitam tapi tidak berbahaya, laser hanya sebagai penanda
dibagian mana batas efek dari AGD tersebut. Jadi benda yang berada di dalam
dimensi AGD akan mempunyai gravitasi yang lebih rendah dari pada diluarnya jadi
apabila pot di tengah itu terjatuh tidak akan rusak atau pecah karena jatuhnya
pelan.
AGD dibuat karena kami
berpikir bahwa banyak kematian yang seharusnya tidak terjadi karena terjatuh
dari tempat tinggi atau hal lain yang terjadi karena adanya gravitasi maka dari
itu kami membuat AGD. Sebenarnya, awal dari pemikiran kami yaitu AGD
diperuntukkan dalam pembangunan bangunan baru atau pengerjaan infrastruktur
banyak pekerja yang meninggal akibat kecelakaan terjatuh dari atas atau
tertimpa dari material bangunan. Aku masih ingat pada saat pertama kali kami
launching prototype AGD ini, disebuah acara reality show di TV mengejutkan
hampir seluruh dunia karena telah mematahkan hukum newton. Pada saat itu,
banyak orang yang pro dan kontra tentang ide kami tapi pada akhirnya kami hanya
menjual ide kami dengan harga 12 Milyard Rupiah kepada NASA. Sebenarnya kami
ingin membuat AGD ini dapat digunakan untuk public tapi masih banyak orang yang
kontra tentang penemuan ini sehingga masih belum isa untuk di publikasi maka
NASA menyimpannya dan akan mengembangkannya. Bagi kami, yang masih dapat
dihitung muda dengan umur 25’an 12 Milyard itu adalah nominal uang yang sangat
banyak tapi kami berempat berkomitmen bahwa uang tersebut tidak akan kami
gunakan sepenuhnya untuk kepentingan pribadi namun untuk membangun corporation
yang kami impikan. Sebenarnya kami berharap untuk tidak menjual ide itu tapi
kami ingin menjualnya ke public memang banyak peminatnya namun juga banyak yang
kontra dengan produk kami maka dari itu kami menjualnya kepada NASA karena
penawaran NASA yang tinggi dan kami tergiur akan hal tersebut. Mungkin dengan
kami menjual alat tersebut, kami dapat mendapatkan untung yang lebih besar.
Kami ingin membandrol harga per produk kasih sekitar Rp 120.000.000,00 dan pada
saat kami launching harga perdana tersebut sudah banyak order yang menanti tapi
oknum kontra tersebut tetap meneror kami dan akhirnya kami tidak publikasikan.
Itu sekilas tentang
corporation dan latar belakang kami mendirikan corporation kami.
Hari ini, Kamis tanggal 21 November
2024 adalah opening ceremorny dari corporation kami. Jam sudah menunjukkan
pukul 08.30 dan aku baru bangun dan akan telat datang di acaran penting
corporationku yaitu opening ceremorny jam 09.00 di gedung UFTSC ( Universal
Founding Technology Science Corporation ). Setelah bangun tidur, aku melihat
Jean masih tertidur pulas di keranjang bayinya sedangkan Matthew sedang bermain
gadget. Aku langsung bergegas untuk mandi dan sarapan seperti biasa Jen sedang
menyiapkan makan pagi untukku.
Untuk informasi saja, kamar mandi jaman sekarang sudah sangat berbeda dari 8 tahun yang lalu semuanya sudah serba otomatis dan sudah memiliki sensornya masing-masing hanya tinggal menyabuni badan saja, keramas sudah otomatis.
Setelah mandi, aku
langsung makan yang dibuatkan oleh Jen seperti biasa sandwich di pagi hari dan
susu coklat hangat kesukaanku. Lalu aku pamit kepada Jen dengan mencium pipi
dan keningnya dan mencium kening anak2ku dan berangkat ke gedung UFTSC
kira-kira perjalanan memakan waktu 20 menit. Kendaraan sekarang di kenakan
pajak progresif dengan biaya yang tinggi sehingga pengguna kendaraan pribadi
berkurang seperti di luar negeri pada 8 tahun yang lalu namun di Indonesia baru
bisa diterapkan sekarang. Infrastruktur jalan juga sudah membaik tidak terjadi
macet yang sangat parah hanya traffic yang agak memelan saja, biasanya lancar.
Trafficnya seperti gambar dibawah.
Aku masih menggunakan
kendaraan pribadi karena kepentingan masih banyak jadi susah untuk menggunakan
kendaraan umum. Sepeda Motor sudah langkah sekali karena pajak motor dinaikkan
dan banyak orang memilih menggunakan sepeda, kita sudah menerapkan system
negara maju menggunakan kendaraan umum, mobil, dan sepeda. Selain itu, sekarang
semua kendaraan memiliki pengaman bukan air bag lagi tapi auto-handbrake jika
ada sesuatu yang tiba-tiba berhenti mendadak dan seatbeltnya sudah di
kembangkan jadi tidak akan mendapatkan tekanan dalam kecepatan yang tinggi
otomatis penumpang tidak akan terbentur sama sekali untuk meminimalisir
jatuhnya korban dari kecelakaan lalu lintas. Seperti perkiraan saya, pukul 09:10
saya sampai dan memang telat gedungnya sudah terlihat ramai dan penuh.
Sebenarnya, aku harus datang pukul 07.30 untuk menyiapkan semuanya tapi karena
telat bangun semuanya menjadi kacau. Seharusnya saya yang berpidato untuk
pembukaan opening ceremornya tapi kelihatannya teman-teman saya sudah
mengantisipasi saya terlambat jadi akhirnya Adi yang berpidato. Begitu saya
masuk, semua perhatian langsung tertuju kepada saya, dan dengan sedikit candaan
Adi berkata “Iniliah dia, salah satu Owner dari corporation ini, Kevin
Kurniawan”. Semuanya memberikan tepuk tangan tapi saya tetap malu karena datang
terlambat. Lalu pidato dilanjutkan Adi. Kegiatan opening ceremorny ini ialah
pembukaan pidato, lalu penjelasaan tentang UFTSC itu sendiri, lalu ada lunch
bersama dan langsung membuka lowongan pekerjaan yang berminat. Malamnya, akan
ada presentasi dari pelamar pekerjaan tentang ide-ide apa yang akan
disumbangkan kepada UFTSC ini. Acara berakhir pada pukul 20.30 WIB. Seusai
penutupan opening ceremorny kami berempat melakukan seleksi ide mana saja yang
berpeluang untuk dikembangkan. Banyak ide-ide dari pelamar kerja yang cukup
unik dan bagus tapi hampir mustahil untuk di realisasikan dengan SDM yang kita
punya dan teknologi di Indonesia sendiri. Meskipun sekarang, Indonesia masih
tertinggal dengan negara-negara maju tapi dibandingkan 8 tahun yang lalu,
sekarang Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya sedikit demi sedikit. Setelah
penutupan opening ceremorny UFTSC berakhir, saatnya saya pulang kerumah. Saya
melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.30, jalanan sudah lumayan sepi jadi
perjalannya jadi lebih cepat sampai di rumah. Setelah saya tiba di rumah,
anak-anak sudah tidur semua dan Jen tertidur di sofa depan televisi ternyata
dia menungguku. Aku segera memindahkan Jen ketempat tidur lalu aku mandi-mandi
dan menulis diary ini. Hari pertama pun berakhir.




0 comments :
Post a Comment