3rd Diary : Sabtu, 23 November 2014
Sabtu, 23 November 2024
Hari
ini di awali dengan pagi yang cerah, meskipun tidurku belum puas namun
anak-anakku sudah membangunkanku untuk jalan-jalan. Hari Sabtu adalah hari yang
paling ditunggu sekeluarga karena biasanya hari kerja sibuk dengan kesibukkan
masing-masing hanya ketemu makan malam tidak bisa seharian namun karena hari
Sabtu, corporation kami menentukan bahwa Sabtu adalah hari libur dan tidak
bekerja jadi saya bisa menemani keluarga saya berlibur.
Pada saat bangun,
anak-anak sudah bermain di atas perutku loncat-loncat lalu menarik-narik
telinga dan hidungku supaya aku bangun tapi awalnya saya tidak hiraukan karena
masih mengantuk akibat kecapakean kemarin pada saat hari pertama UFTSC dibuka
untuk umum. Setelah beberapa lama, gangguan anak-anak ini tidak terasa akhirnya
Jen datang menghampiriku dan mencripati air dingin ke wajahku. Akhirnya aku
terbangun dengan melihat Jen yang tertawa terbahak-bahak dan anak-anak, aku
juga ikut tertawa dengan muka setengah sadar baru bangun tidur. Jen langsung
menyuruhku mandi dan sarapan pagi dengan keluarga. Disaat jen dan anak-anak
keluar dari kamar, aku diam-diam mencuri waktu untuk tidur kembali. Setelah
kira-kira 20 menit an akhirnya mereka sadar aku tidak berada di kamar mandi
tapi masih berada di atas tempat tidur, saat Jen kembali membuka pintu aku
langsung pura-pura duduk dan tidak tertidur. Jen melihat itu dan berkata “Kamu
tidur lagi ya ? Ayo cepat mandi anak-anak sudah siap dari tadi tinggal
menunggumu saja, aku juga sudah menyiapkan breakfast buat kita”. “Ehm.. Tidak
aku hanya duduk-duduk saja, kamu sudah mandi ?” kataku. Jen membalas “Sudah ini
juga tinggal nunggu kamu ayo cepet mandi anak-anak kasian nunggunya lama mereka
ga sabar pingin jalan-jalan”. “Iya, iya” balasku. Segeralah aku beranjak dari
tempat tidurku dan langsung menunju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku
bergegas menuju ruang makan dan mereka semua sudah menungguku di meja makan.
Setelah doa bersama, kita makan makanan yang sudah disiapkan oleh Jen yaitu
sandwich tuna, aku dan jen mendapat 3 porsi sedangkan anak-anak mendapat 1
porsi.
Meskipun kami mempunyai
assisten Jen, tapi Jen lebih suka memasak untuk keluarganya sendiri dari pada
menyuruh orang lain memasakkanya jika di rumah katanya untuk mempererat
hubungan sebagai keluarga dan Jen berpikir bahwa memasak adalah sebuah
kewajiban. Sebenarnya, Jen tidak bisa memasak pada saat aku pacaran dulu tapi
karena aku berkata ingin mempunyai istri yang bisa memasak, Jen belajar dari
sepupunya dan akhirnya dia memasak. Meskipun dapat dikatakan Jen baru saja terjun
ke dunia masak-memasak dapat dibilang masakan Jen sangat nikmat dan sangat
menyenangkan karena mempunyai Istri dari luar Indonesia karena Jen bisa memasak
masakan yang bukan dari Indonesia seperti steak dan lain sebagainya. Saat aku
sedang membahas kita akan pergi kemana nanti, Matthew diam-diam membuang sayur
yang ada di sandwich tersebut. Matthew tidak suka sayur katanya pahit. Aku
langsung dengan sigap melarangnya karena dulu waktu kecil aku sama seperti
Matthew tidak suka sayur karena pahit tapi akhirnya saat sudah dewasa sangat
susah makan sayur karena sudah punya pikiran yang buruk tentang sayur padahal
sayur sangat sehat untuk dikonsumsi bagi tubuh. Aku langsung menyuruh Jen untuk
menyuruh Matthew makan sayurnya. Kebalikan dari Matthew, Jean sangat suka makan
sayur dan buah-buahan.
Setelah berdiskusi kita
mau pergi kemana, kita langsung berangkat menuju tempat tujuan. Tempat tujuan
kita adalah pantai kenjeran dan loops. Beda dari 8 tahun yang lalu, sekarang
pantai kenjeran jauh lebih terawat dan bersih. Selain itu, juga ada perbatasan
dari paris menuju laut yang bisa digunakan untuk bermain oleh pengunjung dan
pantainya bersih sekali. Mengundang banyak pengunjung untuk tertarik kesana
termasuk keluargaku. Seperti biasa, Matthew dan Jean bermain pasir sedangkan
aku dan Jen duduk-duduk di pantai sambil memandangi birunya laut yang segar
untuk dipandang. Matthew dan Jean selalu ingin berenang menikmati segarnya laut
lepas namun Jen tidak mengijikannya yang pertama takut terseret ombak jika
mereka hanya menggunakan pelambung dan tak bisa berenang. Namun, setelah
melihat wajah Matthew dan Jean yang memelas akhirnya hatiku luluh, aku bangun
dari tempat dudukku dan menggendong mereka berdua dan langsung lari ke laut dan
langsung menceburkan diri ke laut. Mereka tertawa senang dan mereka saling
menciprati satu sama lain. Namun karena aku menggendong mereka di pundak kiri
dan kanan lalu tanganku juga di kiri kanan memegangi mereka berdua aku tidak
bisa menutupi wajahku dari cipratan mereka. Lalu mereka sadar bahwa aku
terciprati dan tidak bisa menghindar, akhirnya mereka berdua mencripati aku
sampai aku dibuat menyerah oleh mereka. Jen yang hanya melihat dari kejauhan
tidak tahan melihat keseruan kita ternyata dia langsung lari menuju kita dan
langsung mengambil Jean dari pundakku dan digendong di kepalanya dan berkata
“Lets Fight!”. Langsung saja aku memindahkan Matthew dari pundakku ke kepalaku
dan bersiap melawan Jen dan Jean. “Matthew are you ready ?” kataku. “Lets go!”
balas Matthew. Aku langsung maju mendekati Jen dan dengan serangan yang
bertubi-tubi matthew mencripati Jean dan Jean namun karena tangan Jean yang
sangat kecil cipratannya sangat lemah dan tidak terkena kita berdua. Kita hanya
tertawa melihat Jean tidak bisa menciprati kita sementara Matthew tetap
menciprati mereka dan akhirnya Jen turun tangan dia langsung mencipratiku
dengan membuat cipratan yang sangat besar. Seketika itu juga, aku dan matthew
basah kuyup dan mengaku menyerah. Sekarang, Jen dan Jean yang tertawa
terbahak-bahak. Tidak terasa kita sudah bermain di pantai kurang lebih 3 jam
hari sudah mulai siang dan matahari sangat terik. Karena kami tidak mau tambah
gosong kami berhenti dan langsung mandi-mandi untuk menuju tour selanjutnya
yaitu Loops.
Loops adalah salah satu
tempat foodcourt dibagian Surabaya Barat. Tempat itu sangat nyaman untuk dibuat
santai-santai karena suasanya yang tenang dengan alunan lagu yang slow. Tapi
berhubung tempat itu buka mulai jam 18.00 Kita masih belum bisa kesana karena
sekarang masih jam 11.00. Lebih baik kita cari tempat makan siang dulu, oh ya
ngomong-ngomong soal makanan percaya atau tidak outlet KFC dan MCD sekarang
berkurang karena sekarang penduduk Indonesia lebih pintar dari sebelumnya
mereka lebih suka mengkonsumsi makanan dalam negeri dan brand-brand dalam
negeri. Rasa cinta terhadap tanah air makin bertumbuh ketika MEA dimulai pada 4
taun yang lalu. Sejak saat itu, masyrakat sadar bahwa mereka harus ikut
memajukan Indonesia dengan salah satu caranya yaitu menambah GDP dengan membeli
produk dalam negeri. Akhirnya kita memutuskan makan di tempat makan favoritku
dan Jen di BMW yaitu sebuah restaurant
chinesse food dan mempunya porsi yang sebanding dengan harganya dan rasanya
sangat nikmat. Tapi kekurangan BMW hanya satu, tempat duduk yang sangat minim
sehingga kami harus menunggu orang selesai makan setiap kami datang kesana.
Mungkin bukan tempat duduknya yang minim tapi penunjungnya yang terlalu banyak.
Pada saat kami menunggu, ada seorang anak perempuan yang kira-kira seumuran
dengan Matthew mengajak Matthew bermain. Nama anak tersebut adalah Pricillia.
Pricllia melihat Matthew dari tadi bermain Gadget dan Priciliia juga jadi dia
berpikir dapat bermain bersama Matthew. Namun, Matthew menolaknya karena
Matthew sedang kelaparan jadi sangat sensitive. Jean yang melihat itu langsung
menawarkan bermain dengan Pricillia dan akhirnya Jean bermain dengan Pricillia.
Setelah menunggu sekitar 1 jam, kami dipanggil untuk dapat menempati tempat
duduk yang tersedia dan Jean mengucapkan perpisahan kepada Pricillia. Karena
kami sudah sangat lapar kami membiarkan Jen yang memesan semuanya. Jen memesan :
Nasi Goreng BMW
Koloke
Nasi Siobak Sioke
Fu Yung Hai
Kami menunggu semua itu
datang Pricillia tiba-tiba datang kemeja kami dan mengajak Jean untuk bermain
lagi namun karena Jean juga kelaparan, jean menolak ajakan itu dan lebih
memilih menunggu makanan datang. Pada saat Pricillia di meja kami, orang tua
Pricillia datang untuk mengajaknya pulang saat melihat orang tua Pricllia aku
sangat kaget sekali ternyata ibu dari Pricllia adalah mantan pancarku waktu
SMA. Namanya disamarkan untuk melindungi orang yang bersangkutan. Kami
berbincang-bincang kecil dan aku mengenalkan Jen kepadanya dan sebaliknya dia
mengenalkanku dengan suaminya. Ternyata sekarang si doi tinggal di Malaysia
karena keluarga suaminya disana tapi sekarang dia lagi berlibur ke Indonesia.
Setelah si doi pamitan, makanan pun datang dengan cepat dan lahap kami
menyantapnya. Sebenarnya yang kelaparan adalah Matthew dan Jean, aku dan Jen
tidak kelaparan jadi kami makan seperti biasanya namun Matthew dan Jean
terlihat sangat cepat menyantap makanan mereka.
Setelah makan kami langsung menuju Loops, jam sudah
menunjukkan jam 2, berarti kurang 4 jam lagi Loops dibuka kami pun memutuskan
untuk pergi ke salah satu mall di Surabaya Barat yaitu PTC. Keadaan mall tidak
terlalu jauh dengan 8 tahun yang lalu hanya ada beberapa sedikir renovasi dan
escalator yang benar-benar memiliki sensor dan lift yang lebih cepat pegerakkan
naik turunnya. Kami berputar-putar, menyemil, minum, Matthew dan Jean ke
playworld. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan 17.30 waktunya kami berangkat
ke Loops. Aku memanggil Matthew dan Jean untuk pulang dari PTC dan pergi menuju
Loop, karena mereka sudah terlihat bosan mereka langsung pergi begitu saja.
Akhirnya kami sampai ke
tujuan kami yang terakhir Loops. Inilah tempat yang sangat dapat dinikmati
sebagai tempat hiburan. Aku dan Jen memesan es krim untuk kami berempat, dan
seperti biasa jika kami pergi ke Loops, Matthew dan Jean suka bermain di
playworldnya karena mempunyai mainan yang terlihat cukup seru ada perusutan
yang sangat rumit disana lalu ada tembak-tebakan laser menggunakan rompi dan
lain sebagainya. Playworld adalah salah satu perusahaan yang hadir hampir
disetiap mall dan menyediakan sebuah playground untuk tempat bermain anak-anak
serta mempunya beberapa permainan adventure antara lain LazerField yaitu
tembak-tembakan laser. Saat es krim kesukaan kami datang, Matthew dan Jean
dapat melihat dari kejauhan mereka langsung meninggalkan permainan mereka dan
langsung lari menuju es krim kami dan kita menikmatinya bersama. Disana, aku
sangat merasakan keharmonisan sebuah keluarga karena tempatnya sangat cocok
untuk mengobrol meskipun memang enak di rumah. Setelah makan es krim, aku
membiarkan anak-anak bermain sampai playworldnya tutup, karena mengingat aku
sangat susah untuk meluangkan waktu pergi dengan keluarga dan mereka sering berada
di rumah. Jen tidak dapat menyetir mobil karena dia mempunyai trauma kecelakaan
yang di alami temannya jadi tidak dapat mengajak Matthew dan Jean jalan-jalan.
Aku merasakan kembali
saat pertama kali kami menikah dan belum punya anak, perbincanganku dan Jen mempunyai
canda tawa dan suasana yang romantis saat pacaran dulu. Sampai kami lupa waktu,
jamku sudah menunjukkan pukul 21.45. Sudah waktunya pulang, kami memanggil
Matthew dan Jean untuk pulang dan mereka menuruti nya. Di mobil, mereka
ketiduran dan terlihat lelah. Karena jalan sangat sepi kami dapat dengan cepat
sampai di rumah. Setelah makan-makan dengan perut kenyang aku dan Jen juga
mengantuk tapi aku harus mandi terlebih dahulu sebelum tidur karena aku tidak
suka badan gerah. Setelah mandi, aku langsung menuju tempat tidur, Jen yang
terlihat sudah tertidur tanpa selimut, aku tutupi dengan selimut, saat aku
menutupinya dengan selimut tiba-tiba dia menghadap kearahku dan menciumku dan
berbisik “Terima kasih ya buat hari ini, anak-anak sangat menikmatinya”.
Balasku “Iya sama-sama, mengingat itu anak kita berdua bukan hanya anakmu,
tidak perlu terima kasih, aku juga mempunya kewajiban atas kebahagiaan mereka”.
Lalu aku mematikan lampu kamar dan tidur.
The
End
End





0 comments :
Post a Comment